India Waspada Setelah Seorang Anak Meninggal Karena Virus Nipah di Kerala
📅 Selasa, 23 Jul 2024, 09:30 WIB | Oleh: Lili LestariPenyakit ini dapat menular melalui makanan yang terkontaminasi dan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.
Para ahli mengatakan, karena hilangnya habitat, hewan hidup lebih dekat dengan manusia dan ini membantu virus berpindah dari hewan ke manusia.
Pemerintah negara bagian Kerala baru-baru ini mengumumkan sedang membuat rencana aksi untuk mencegah wabah Nipah.
Tahun lalu, pihak berwenang di negara bagian itu menutup sekolah dan kantor setelah mengkonfirmasi lima kasus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Mana Virus Nipah Ditemukan?
Menurut WHO, dua wabah pertama pada tahun 2001 dan 2007 keduanya dilaporkan di negara bagian Benggala Barat.
Pada tahun 2018, 17 orang tewas dalam wabah di distrik Kozhikode dan Malappuram di negara bagian selatan Kerala.
Sebaiknya Anda baca juga:
Virus ini telah dikaitkan dengan puluhan kematian di negara bagian Kerala sejak pertama kali dilaporkan di sana pada tahun 2018.
Remaja berusia 14 tahun itu meninggal pada hari Minggu, sehari setelah ia dipastikan terinfeksi virus tersebut, menurut laporan media India.
Wilayah Kerala disebut-sebut sebagai wilayah yang paling berisiko secara global terhadap virus tersebut. Sebuah investigasi yang dipublikasikan Reuters tahun lalumenemukan bahwa Kerala, yang merupakan negara bagian tropis dan mengalami urbanisasi cepat serta penebangan pohon yang cepat, menciptakan "kondisi ideal bagi virus seperti Nipah untuk muncul".
Apa itu Kelelawar Buah?
Kelelawar buah, yang juga disebut "kelelawar raksasa", adalah kelompok yang terdiri dari beberapa kelelawar terbesar di dunia. Mamalia ini, yang biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, merupakan inang alami bagi virus Nipah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!