Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Bengkel' Giok dan Batu Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Tiongkok

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 18:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Bengkel' Giok dan Batu Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Tiongkok Doc: Antara/Xinhua
Ket. "Bengkel" giok dan batu berusia lebih dari 3.400 tahun ditemukan di Reruntuhan Sanxingdui, Tiongkok

CHENGDU - Para arkeolog di lokasi Reruntuhan Sanxingdui yang legendaris berhasil menemukan situs pemrosesan artefak batu giok dan batu berusia lebih dari 3.400 tahun dan hal tersebut mengungkap sumber peninggalan budaya yang sebelumnya ditemukan di sana.

Terletak sekitar 1 kilometer di sebelah utara lubang-lubang pengorbanan yang telah ditemukan sebelumnya, penemuan terbaru ini menandai kemajuan signifikan dalam penggalian arkeologis di Sanxingdui, Provinsi Sichuan, Tiongkok, demikian dikatakan lembaga penelitian peninggalan budaya dan arkeologi provinsi itu pada Selasa (23/7).

Lembaga itu juga menyampaikan bahwa para arkeolog awalnya telah mengidentifikasi situs ini sebagai bengkel pemrosesan giok dan batu.

Artefak-artefak yang baru ditemukan itu mencakup bahan baku giok dan batu, bahan limbah, serpihan, dan benda-benda batu dan giok yang sudah jadi, menunjukkan rantai industri kerajinan tangan yang relatif lengkap.

"Penemuan bengkel ini menyingkap beberapa misteri, seperti asal-usul bahan baku batu giok dan batu dalam jumlah besar yang pernah ditemukan di Sanxingdui, teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan, proses produksinya, serta metode distribusi yang terlibat," ujar Ran Honglin, yang bertanggung jawab atas pekerjaan arkeologis di situs Reruntuhan Sanxingdui itu.

Sejak tahun 2022, lebih dari 400 lokasi telah diidentifikasi, termasuk fondasi bangunan tingkat tinggi, lubang abu, saluran abu, lokasi produksi dan pemrosesan artefak batu. Lebih dari 4.000 artefak, termasuk tembikar, batu giok, dan periuk, telah digali.

Hingga saat ini, lebih dari 60.000 peninggalan budaya telah digali di Sanxingdui. Museum Sanxingdui yang baru telah menarik lebih dari 5 juta pengunjung dari seluruh dunia sejak dibuka hampir setahun yang lalu.

Awalnya ditemukan pada akhir tahun 1920-an, Reruntuhan Sanxingdui dijuluki sebagai salah satu temuan arkeologi paling signifikan di dunia pada abad ke-20.

Terletak di Kota Guanghan, sekitar 60 kilometer dari ibu kota provinsi, Chengdu, reruntuhan seluas 12 kilometer persegi ini diyakini sebagai sisa-sisa Kerajaan Shu yang berusia sekitar 3.000 hingga 4.500 tahun. Ant/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.