Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR: Pemerintah Perlu Optimalkan Pendekatan Sosbud Atasi OPM

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 01:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR: Pemerintah Perlu Optimalkan Pendekatan Sosbud Atasi OPM Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Arsip Foto - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid memimpin rapat kerja antara DPR, Kementerian Pertahanan, Kemenkeu, dan TNI di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

JAKARTA - Pemerintah perlu mengoptimalkan pendekatan sosial budaya (sosbud) dalam mengatasi aksi-aksi Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang semakin anarkis. Pemerintah perlu membuka kembali dialog-dialog dengan kelompok OPM untuk mencari solusi damai.

"Negosiasi yang inklusif dan transparan dapat membantu mengurangi ketegangan dalam menangani OPM," kata Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (19/7).

Seperti dikutip dari Antara, Meutya menilai investasi dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat dapat membantu mengurangi ketidakstabilan keamanan di Papua.

Terkait hal tersebut, Meutya menyebut Komisi I DPR mengapresiasi pembangunan yang telah dilakukan pemerintah di Papua secara cepat, pesat, dan signifikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. "Langkah pembangunan seperti itu perlu dilanjutkan untuk keberpihakan terhadap masyarakat Papua," ucapnya.

Lebih lanjut, Meutya meminta pemerintah fokus dalam penyelesaian konflik dan pemulihan stabilitas di Papua.

"Kami prihatin dengan gencarnya aksi OPM yang belakangan ini semakin sering dilakukan. Kami meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret dan fokus pada penyelesaian konflik serta stabilitas keamanan di Papua," tuturnya.

Prioritas Utama

Dia meminta aparat TNI dan Polri mampu mengatasi gangguan keamanan yang terjadi di Papua sebab keamanan masyarakat setempat merupakan prioritas utama.

"Kami ingin memastikan kehadiran aparat keamanan untuk melindungi warga sipil agar mengatasi ancaman keamanan. Penguatan keberadaan TNI dan Polri di wilayah tersebut sangat penting," ujarnya.

Meutya juga mengecam aksi OPM yang membakar gedung sekolah. Dia mengingatkan bahwa hak pendidikan anak-anak Papua untuk mendapat pendidikan yang layak harus diutamakan.

Untuk itu, Meutya meminta pemerintah dan aparat memastikan keamanan bagi anak-anak di Papua saat mengenyam pendidikan di sekolah.

"Kami berharap pemerintah dapat menjamin agar anak-anak di Papua dapat memperoleh pendidikan dengan aman dan nyaman tanpa adanya intimidasi dan gangguan," harap Meutya.

Sebelumnya, Selasa (16/7), Satgas Yonif RK 753/AVR berhasil menembak mati tiga anggota OPM kelompok Teranus Enumbi di kawasan Kampung Karubate, Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Penindakan aparat TNI ini memicu provokasi yang menghasut masyarakat sehingga terjadi anarkis berupa pengrusakan fasilitas umum dan pembakaran mobil aparat TNI dan Polri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.