Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bapanas Diversifikasi Konsumsi Masyarakat Lewat Rumah Pangan B2SA

📅 Jumat, 19 Jul 2024, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Diversifikasi Konsumsi Masyarakat Lewat Rumah Pangan B2SA Doc: ANTARA/HO-Humas Bapanas
Ket. Sejumlah pangan lokal disajikan di atas meja.

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan diversifikasi konsumsi pangan masyarakat melalui Rumah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), guna membentuk kemandirian pangan.

"Rumah Pangan B2SA ini sebagai sarana sosialisasi, edukasi dan implementasi ke masyarakat untuk mengubah mindset ke arah yang lebih baik dengan menerapkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman sehari-hari dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (19/7).

Arief menekankan pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) guna meningkatkan kesadaran masyarakat dari makan bukan hanya kenyang tetapi menjadi makan sehat.

"Jadi makan itu bukan hanya kenyang, tapi harus sehat. Kami (Bapanas) mengajak seluruh masyarakat untuk memahami konsep konsumsi pangan B2SA, merubah mindset dasar makan tadinya hanya kenyang menjadi makan harus sehat," jelasnya.

Langkah konkret tersebut terlihat pada saat Tim Kerja Program Rumah Pangan B2SA dari Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas melakukan monitoring Rumah Pangan B2SA sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi Pola Konsumsi Pangan B2SA di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan sumber pangan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya pangan lokal yang mudah ditemui di lingkungan sekitar sehingga memenuhi unsur B2SA.

Menurut Rinna sumber pangan tersebut juga terjangkau bagi masyarakat dan mudah diolah menjadi makanan yang enak dan sehat.

"B2SA itu tidak mahal. Kita bisa memanfaatkan sumber pangan yang ada di sekitar pekarangan rumah. Jangan mencari yang susah untuk didapat. Dan juga, misi kita makan bergizi, jadi dapat dipahami semua kebutuhan gizi dalam setiap menu dapat memenuhi standar B2SA, bukan hanya kenyang, tapi harus sehat," ungkap Rinna.

Rinna menambahkan, pada tahun 2024, Badan Pangan Nasional mengembangkan Rumah Pangan B2SA di 175 titik lokasi desa prioritas yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Adapun berdasarkan hasil pengukuran skor Pola Pangan Harapan (PPH), jumlah konsumsi padi-padian tahun 2023 sebesar 1192kkal/kap /hari atau sebesar 56,7 persen dari total AKE 2100 kkal/kap/hari. Jumlah tersebut jauh lebih melampaui dari target ideal yang ditetapkan yaitu 1050 kkal/kap/hari.

Hal ini menandakan konsumsi sumber karbohidrat masyarakat Indonesia masih melampaui batas ideal karena masih belum mencapai prinsip B2SA yang ideal.

Untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah menu B2SA, Rumah Pangan B2SA juga melaksanakan demo olahan pangan lokal dengan menggandeng seperti kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan beberapa pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Dengan adanya Program Rumah Pangan B2SA dengan komponen kegiatan sosialisasi dan edukasi dan demo memasak olahan pangan lokal ini, harapannya masyarakat dapat mengaplikasikan pola konsumsi pangan B2SA di Rumah Pangan dan di rumah masing-masing dalam menyajikan menu makan harian," kata Rinna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.