Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budaya Antikorupsi Rendah Ganggu Investasi

📅 Kamis, 18 Jul 2024, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budaya Antikorupsi Rendah Ganggu Investasi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Penurunan indeks perilaku antikorupsi (IPAK) pada 2024 bakal memberi sinyal buruk kepada investor soal tingkat kemudahan berbisnis di Indonesia. Investor makin ragu dengan kualitas lembaga pelayanan publik di Indonesia, terlebih lagi selalu ada pungutan liar (pungli) saat mengurus perizinan berusaha.

Direktur Celios, Bhima Yudisthira mengatakan perilaku permisif soal korupsi memperburuk citra Indonesia di mata internasional.

"Jadi ada korelasi mundurnya berbagai komitmen investor dari negara maju seperti kasus investasi pengolahan nikel BASF (Badische Anilin Soda Fabrik) dan Eramet karena penegakan hukum yang lemah. Repot juga mau tarik investor tetapi budaya koruptif nya masif diberbagai lapisan," papar Bhima kepada Koran Jakarta, Rabu (17/7).

Dia menekankan korupsi sama dengan biaya berusaha yang tak kompetitif. "Ini jadi ancaman serius bagi Indonesia yang berniat jadi negara maju dengan mengandalkan investasi dan ekspor," tegas Bhima.

Seperti diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penurunan Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) pada 2024 menjadi 3,85. Skor itu menunjukkan masyarakat makin permisif dan acuh terhadap korupsi.

Sebagai perbandingan, skor pada 2024 lebih rendah dari 2023 yakni 3,92 dan pada 2022 sebesar 3,93, serta pada 2021 mencapai 3,88. Namun, skor tersebut sedikit di atas catatan pada 2020 sebesar 3,84.

IPAK merupakan ukuran yang mencerminkan perilaku antikorupsi di masyarakat dengan skala 0-5. Semakin tinggi nilai IPAK maka semakin tinggi budaya antikorupsi di masyarakat dan sebaliknya.

Sebelumnya, peneliti ekonomi Celios, Nailul Huda menilai rendahnya budaya antikorupsi bakal berpengaruh terhadap penilaian investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Pasti akan berpengaruh. Akhirnya semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk memulai usaha di Indonesia. Masyarakat menganggap 'jatah preman' itu wajar," papar Huda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

19 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.