Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Brittany, 'Inggris Kecil' di Wilayah Prancis

📅 Kamis, 18 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Magnus Maximus menyerbu Galia pada tahun 383 dan meninggal pada tahun 388. Di sisi lain, invasi Anglo-Saxon tampaknya baru dimulai pada sekitar tahun 430. Kedua skenario ini akan memberi waktu yang cukup bagi sejumlah besar orang Inggris untuk tiba di Brittany pada tahun 467.

Bukti dan Teori

Pantas untuk mempertimbangkan pandangan mana yang memiliki lebih banyak bukti sastra yang mendukungnya. Jejak paling awal dari gagasan bahwa Magnus Maximus terlibat berasal dari Gildas, yang menulis pada abad keenam.

Ia mengklaim bahwa Maximus merampas semua pasukan Inggris dan bahwa pasukan ini tidak pernah kembali ke Inggris setelah perampasan kekuasaannya. Historia Brittonum yang ditulis kemudian sekitar tahun 830, secara khusus mengklaim bahwa Maximus tidak ingin membiarkan tentaranya pulang, jadi ia menempatkan mereka di Galia.

Gagasan Maximus menempatkan pasukan Inggrisnya di Galia yang mengarah pada pembentukan Brittany juga ditemukan dalam berbagai teks Welsh abad pertengahan. Dalam kisah-kisah ini, pemimpin pasukan Inggris, yang menjadi raja pertama Brittany bernama Conan Meriadoc.

Di sisi lain, Gildas juga mengatakan bahwa beberapa orang Inggris melarikan diri ke seberang laut sebagai akibat dari serangan Anglo-Saxon. Disebut juga Angli-Sachsen adalah suatu identitas kelompok kebudayaan di Inggris pada abad pertengahan awal. Pada abad ke-5 masehi, mereka datang dari daratan Eropa ke Pulau Britania Raya dan mulai bermukim di sana.

Identitas kelompok Anglo-Saxon muncul dari interaksi suku-suku Jermanik dengan penduduk pribumi. Lama-kelamaan orang pribumi mulai mengadopsi budaya dan bahasa Anglo-Saxon, hingga terjadinya asimilasi.

Gildas tidak secara spesifik mengatakan ke mana mereka pergi. Procopius secara langsung mengatakan bahwa banyak orang Inggris meninggalkan Inggris dan menetap di tanah kaum Frank, yang mungkin merujuk ke Brittany.

Namun, ia tidak memberi indikasi apapun bahwa ini hanyalah fenomena baru-baru ini, sedangkan diketahui dari Sidonius bahwa orang Inggris sudah ada di sana sekitar tahun 467. Oleh karena itu, bukti sastra jelas mendukung teori Magnus Maximus.

Sementara gagasan bahwa Brittany didirikan oleh para pengungsi yang melarikan diri dari Anglo-Saxon sangat tidak mungkin karena satu alasan utama. Wilayah-wilayah Inggris tempat penduduk Brittany (disebut "Breton") berasal tidak masuk akal dalam konteks invasi Anglo-Saxon.

Brittany terbagi menjadi beberapa kerajaan setidaknya pada abad keenam. Ada Kerajaan Dumnonia (Domnonée modern), Kerajaan Cornubia (Cornouaille modern), dan Kerajaan Léon. Nama-nama ketiga kerajaan utama Brittany awal ini berasal langsung dari nama-nama tempat di Inggris. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.