Brittany, 'Inggris Kecil' di Wilayah Prancis
📅 Kamis, 18 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ LOIC VENANCE
Provinsi Brittany di Prancis memiliki sejarahnya sendiri. Orang-orang di sini berbicara dalam bahasa yang mirip Welsh dan Cornish yang merupakan beberapa bahasa yang ada di negara Inggris.
Sebagian besar penduduk Prancis berbahasa Prancis. Namun di sudut barat laut negara itu ada pengecualian yang mencolok. Wilayah Brittany yang dalam bahasa Prancis disebut dengan Bretagne, sangat berbeda dengan wilayah lain di negara itu.
Brittany yang biasa disebut "Little Britain" menggunakan bahasa yang sangat mirip dengan bahasa Welsh dan Cornish. Welsh adalah kelompok etnis asli Wales. Wales adalah salah satu dari empat negara bagian di Britania Raya. Sedangkan Cornish merupakan turunan dari bahasa Britonik yang digunakan di sebagian besar wilayah Britania Raya sebelum bahasa Inggris mendominasi.
Lalu mengapa satu wilayah di Prancis ini begitu berbeda dari provinsi lain di negara itu? Menurut sejarahnya, Magnus Maximus adalah bertanggung orang yang paling jawab atas pembentukan wilayah ini.
Maximus adalah seorang perampas kekuasaan yang bangkit dari Inggris dan menaklukkan sebagian besar Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 383 Masehi. Saat itu wilayah yang kini berada di negara Prancis ini berada di bawah kekuasaan kekaisaran itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, banyak sumber modern yang menyatakan hal yang berbeda. Menurut mereka, wilayah ini didirikan oleh para pengungsi Inggris yang melarikan diri dari bangsa Anglo-Saxon selama invasi mereka pada abad kelima dan keenam.
Sayangnya, tidak ada catatan kontemporer tentang bagaimana Brittany terbentuk. Yang dapat ketahui adalah bahwa sumber-sumber Romawi menggunakan istilah Armorica untuk merujuk ke sudut wilayah Galia atau Gaul ini pada abad-abad awal Kekaisaran Romawi.
Galia adalah kawasan Eropa Barat yang saat ini adalah negara Italia bagian utara, Prancis, Belgia, Swiss bagian barat, serta bagian wilayah Belanda dan Jerman di barat Sungai Rhein.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski begitu tidak banyak referensi tentangnya, pada masa Gregory dari Tours (menulis menjelang akhir abad keenam), istilah Britannia dari bahasa Latin diterapkan ke daerah ini yang artinya tanah orang-orang Britania.
Jadi, apa yang terjadi antara puncak Kekaisaran Romawi dan akhir abad keenam yang menyebabkan tempat ini disebut Britannia? Nah, realitas sederhananya belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa dekade sebelum Gregory dari Tours, sejarawan Bizantium Procopius tampaknya telah merujuk ke Brittany. Ia merujuk ke sebuah pulau bernama "Brittia" yang berada di antara Britannia dan Pulau Thule (pulau utara). Ia juga menyebutkan bahwa Brittia tidak jauh dari pantai yang berarti Britannia yang disebutkan di atas merupakan bagian dari pantai.
Kata-kata Procopius tampaknya merupakan referensi paling awal yang diketahui mengenai Brittany. Namun bahkan sebelum ini, penulis abad kelima Sidonius Apollinaris merujuk kepada sebuah peristiwa yang terjadi pada sekitar tahun 467.
Ia mengatakan bahwa bangsa Britanny menetap di sebelah utara Loire. Hal ini menegaskan bahwa bangsa Britania telah menetap di daerah itu pada sekitar tahun 467, yang merupakan informasi yang sangat berguna.
Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sudah ada bangsa Britania dalam jumlah yang cukup besar yang menetap di setidaknya kurang lebih daerah yang dikenal sebagai Brittany saat ini. Namun, apakah bangsa Britania ini telah menetap di sana oleh Magnus Maximus, atau apakah mereka melarikan diri ke sana karena invasi Anglo-Saxon ke Britannia?
"Berdasarkan informasi yang ada, belum bisa disebut demikian," tulis Caleb Howells seorang penulis sejarah Inggris kuno dan dunia Mediterania pada laman The Collector.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!