Dianggap Vampir, Pembunuh Berantai Kenya Mengaku Bunuh 42 Wanita
📅 Selasa, 16 Jul 2024, 14:53 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKanja, yang menjabat hanya seminggu setelah dampak pertumpahan darah protes bulan lalu, mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa semua petugas di pos polisi yang terletak di dekat lokasi pembuangan sampah telah dipindahkan.
Ketegangan memuncak di TKP selama akhir pekan ketika para sukarelawan menyisir tumpukan sampah di tambang yang ditinggalkan untuk mencari lebih banyak korban. Masalah sempat muncul ketika orang-orang mencoba membawa tas yang mereka keluarkan dari lubang ke kantor polisi dan disambut dengan tembakan gas air mata.
Polisi Kenya sering dituduh oleh kelompok hak asasi manusia menggunakan kekuatan berlebihan dan melakukan pembunuhan di luar hukum atau menjalankan regu pembunuh, namun hanya sedikit yang diadili.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!