Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Google Maps Uji Fitur Baru yang Mempromosikan Sponsor

📅 Sabtu, 13 Jul 2024, 17:10 WIB | Oleh:
Google Maps Uji Fitur Baru yang Mempromosikan Sponsor Doc: @AnthonyHigman
Ket. Fitur Baru Google Maps

Google Maps, aplikasi pemetaan milik raksasa teknologi, Google, mulai menguji fitur baru yang mempromosikan bisnis yang disponsori oleh Google di layanan pemetaannya.

Fitur ini akan bekerja dengan menyarankan pengemudi dengan pemberhentian yang terdapat di rutenya dengan bisnis-bisnis yang memiliki kerja sama dengan Google.

Anthony Higman, seorang pengguna X, telah mengungkapkan keberadaan fitur ini di sosial media dan menjelaskan cara kerjanya melalui postingannya.

Dalam postingan yang diunggah di akun @anthonyhigman, disebutkan bahwa aplikasi pemetaan Google Maps sekarang mulai menyarankan pemberhentian di bisnis yang membayar untuk beriklan di aplikasi.

Higman melaporkan bahwa dia (Higman) diarahkan ke toko Royal Farms di aplikasi Google Maps yang ia miliki.

"Saya memasukkan petunjuk arah ke pantai, dan kemudian saat melewati pom bensin ini, muncul iklan Royal Farms dengan tulisan 'tambahkan pemberhentian'," ujar Higman, diterjemahkan dari unggahan @anthonyhigman, Selasa (9/7).

Dalam unggahannya tersebut, Higman juga menjelaskan bahwa ia (Higman) sama sekali tidak mengetahui tentang bisnis Royal Farms.

Menurut unggahan panjang dari Higman, iklan pop-up ini tampaknya muncul secara acak atau tidak menentu, tidak seperti sebagian besar iklan online yang mempertimbangkan riwayat pencarian pengguna. Hal ini serupa dengan seperti melihat papan iklan acak saat pengemudi sedang fokus.

Iklan pop-up ini dapat membahayakan pengemudi karena muncul saat sedang mengemudi dan untuk menghilangkannya, diperlukannya interaksi untuk mengetuk 'batal' atau 'tambahkan'. Hal tersebut bisa mengalihkan perhatian pengemudi yang menggunakan Google Maps dari jalanan, terutama jika pengemudi mengandalkan fitur navigasi suara.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Google mungkin mengadopsi ide ini dari anak perusahaannya, Waze, yang seharusnya hanya menampilkan saran yang disponsori ketika kendaraan tidak bergerak. Namun, beberapa pengguna melaporkan bahwa hal ini tidak selalu demikian.

Unggahan Higman tentang fitur baru ini tidak mengungkapkan apakah fitur ini akan beropreasi dalam waktu dekat atau tidak jadi dirilis oleh Google. Salah satu pengguna X yang melaporkan masalah ini juga menyatakan bahwa dia (pengguna X) akan berhenti menggunakan Google Maps jika terus mendapatkan fitur ini saat berkemudi.

Namun, beberapa pengguna Google Maps yang meramaikan unggahan Higman tersebut menyebutkan bahwa fitur ini bisa menjadi cara yang baik untuk menemukan tempat yang menarik.

Google Maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini menyediakan berbagai fitur yang memudahkan pengguna untuk menavigasi dan menjelajahi lokasi di seluruh dunia.

Layanan pemetaan ini memiliki berbagai fitur utama, seperti fitur peta dan navigasi yang menyediakan peta, petunjuk arah, dan kondisi lalu lintas yang selaras dengan waktu nyata, fitur Street View yang menawarkan tampilan jalan yang realistis dan interaktif dari banyak lokasi di seluruh dunia, fitur lokasi yang menyediakan informasi rinci tentang tempat-tempat di dunia, dan yang terakhir adalah fitur mode offline yang memungkinkan pengguna mengunduh peta tertentu sehingga dapat digunakan tanpa internet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.