Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertempuran Okinawa Sebuah Pengorbanan yang Sia-sia

📅 Rabu, 03 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Saat mereka melakukannya, perlawanan Jepang mulai menguat, dan ilusi kemenangan mudah bagi AS mulai menghilang. Pada tanggal 6 April 1945, kampanye udara Jepang dimulai, dan armada AS menjadi sasaran serangan kamikaze massal yang diluncurkan dari Kyushu dan Formosa (Taiwan).

Selain serangan udara, kapal kamikaze juga digunakan. Dari tanggal 6-7 April 1945, lebih dari 350 serangan kamikaze dilakukan terhadap armada AS. Meskipun badai kamikaze sangat dahsyat, namun tidak seefektif yang diharapkan Jepang.

Memang benar bahwa sejumlah besar kapal AS tenggelam, tetapi tidak ada yang lebih besar dari kapal perusak, sehingga kapal induk, kapal perang, dan kapal penjelajah yang rusak masih mampu bertahan dari serangan dengan utuh.

Didukung oleh gelombang serangan kamikaze, kapal perang Jepang, Yamato, memasuki medan pertempuran. Jepang juga berharap kekuatan kapal perang terbesar yang pernah dibangun akan membalikkan keadaan, tetapi kapal itu justru menjadi sasaran empuk bagi pesawat berbasis kapal induk.

Tenggelamnya kapal Yamato menandai berakhirnya era kapal perang dan kemampuan Jepang untuk menghasilkan perlawanan angkatan laut yang efektif terhadap armada AS.

Sengit dan Mengerikan

Sementara itu di bagian selatan, gerak maju AS terhenti sementara oleh perlawanan keras dari Jepang yang memanfaatkan punggung bukit yang rapat untuk menguntungkan mereka. Pertempuran di Kakazu Ridge, Nishibaru Ridge, dan Tombstone Hill berakhir menjadi pertumpahan darah, yang merenggut nyawa lebih dari 450 tentara AS dan lebih dari 5.000 tentara Jepang.

Banyaknya korban jiwa ini berdampak besar pada moral Jepang. Akibatnya pasukan Jepang mundur lebih jauh ke selatan ke garis pertahanan baru yaitu ke Tebing Maeda yang terkenal dengan sebutan Hacksaw Ridge, tempat AS menghadapi perlawanan yang amat sengit dan menderita kerugian yang mengerikan.

Sepanjang bulan April 1945, tentara AS bergerak maju perlahan dan menghantam pertahanan Jepang. Sayangnya kemajuan AS terhenti lagi dan pengurangan pasukan mengakibatkan para prajurit harus dirotasi dan digantikan dengan marinir. Secara total sekitar 77.000 tentara Jepang tewas. Sebaliknya, orang AS menderita 50.000 korban, dengan 12.000 diantaranya tewas.

Selama operasi angkatan laut, Jepang melancarkan lebih dari 1.000 serangan kamikaze. Ini merupakan penggunaan taktik semacam itu yang paling besar selama seluruh perang. Pertempuran Okinawa adalah pertumpahan darah untuk sebidang tanah yang sangat kecil dengan tingkat korbannya sangat besar.

Pada akhirnya, invasi itu sebagian besar tidak diperlukan. Pulau itu diserbu karena kebutuhan akan pijakan untuk meluncurkan kampanye melawan kepulauan utama Jepang. Sayangnya rencana ini tidak pernah terwujud karena bom atom akan mengakhiri perang lebih cepat. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.