Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Hadiri Perayaan Paskah Nasional di Manado

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 12:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Hadiri Perayaan Paskah Nasional di Manado Doc: ANTARA
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima panitia Perayaan Paskah Nasional 2026.

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan perayaan Paskah Nasional 2026 bakal digelar di Manado, Sulawesi Utara, dan rencananya bakal dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

"Puncak perayaan Paskah Nasional 2026 berlangsung di Manado, Sulawesi Utara. Semoga lancar dan sukses. Rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto," kata Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (01/4).

Menag berharap perayaan Paskah 2026 lebih baik dari tahun sebelumnya. Perayaan Paskah Nasional 2026 ini diharapkan bisa meramu momentum kebersamaan antarumat beragama.

“Perayaan Paskah tahun ini harus lebih baik dari setiap tahunnya. Semua umat dapat merasakan perayaan. Ini menjadi gelaran kebangsaan. Panitia harus bisa meramu kegiatan dengan baik dan seksama," kata dia.

Ketua Panitia Recky H. Langie menyampaikan bahwa Paskah Nasional 2026 di Manado, Sulawesi Utara, berlangsung pada 7–9 April 2026.

Puncaknya pada 8 April 2026, dan dilaksanakan di ruang terbuka. "Kami berharap, Pak Menteri Agama bisa hadir pada acara Paskah 2026," kata Recky H. Langie.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan, mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.

Menurut Menag, momentum Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Menag.

Menag menjelaskan setiap perayaan keagamaan membawa nilai universal yang mendorong kehidupan sosial yang lebih baik. Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idul Fitri menegaskan nilai saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, sedangkan Paskah membawa pesan harapan dan kasih.

“Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

55 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.