Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar: Pendekatan Teknologi Dibutuhkan Guna Selamatkan Badak Jawa

📅 Rabu, 03 Jul 2024, 15:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar: Pendekatan Teknologi Dibutuhkan Guna Selamatkan Badak Jawa Doc: ANTARA/menlhk.go.id

BANDAR LAMPUNG - Pakar Konservasi Satwa Liar dari Institut Teknologi Sumatera (Itera), Mhd Muhajir Hasibuan, mengatakan pendekatan teknologi dibutuhkan guna selamatkan Badak Jawa dari kepunahan

"Untuk melindungi Badak Jawa dari kepunahan akibat perburuan, berbagai pendekatan teknologi, mutlak dibutuhkan dalam upaya pengelolaan Badak Jawa," kata Muhajir yang juga Dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan Itera, dalam keterangan yang diterima di Bandar Lampung, Rabu (3/7).

Di mengatakan pendekatan teknologi yang dapat dilakukan seperti pemanfaatan drone, kamera jebak, dan pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis AI dan IoT untuk menghitung dan memetakan habitat, jalur pergerakan, sumber pakan, ancaman, dan aspek lainnya yang mendukung kelangsungan hidup Badak Jawa.

"Jangan sampai Badak Jawa menyusul badak di bagian dunia lainnya seperti Badak Putih Utara (Ceratotherium simum cottoni) yang dinyatakan punah di alam maupun secara fungsional," kata Muhajir.

Untuk itu, lanjut dia, keterlibatan para pihak diperlukan dalam upaya konservasi Badak Jawa, tidak hanya pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemerintah Provinsi Banten, atau segelintir orang saja.

"Karena Badak Jawa adalah miliki dan kebanggaan kita semua, juga sumber ilmu pengetahuan, serta warisan anak-cucu yang sudah selayaknya harus dijaga bersama," ucap dia.

Menurut Muhajir, pendekatan teknologi diperlukan karena makin terancamnya populasi Badak Jawa akibat perburuan. "Saya menilai konservasi badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) atau yang biasa dikenal sebagai Badak Jawa makin hari semakin pelik," kata Muhajir.

Terlebih, lanjut dia, satwa yang dilindungi ini belum terbebas dari berbagai ancaman tahunannya, seperti penurunan genetik akibat populasi yang semakin langka.

"Karena sejak memasuki fase dua ribuan, populasi Badak Jawa tidak pernah lebih dari 80 individu," kata Muhajir.

Kemudian ancaman distribusi yang semakin sempit dan hanya tersebar di bagian Semenanjung Ujung Kulon saja. Risiko bencana alam, gempa dan tsunami karena letaknya di bibir pantai dan keberadaan Gunung Api Honje, di Ujung Kulon, yang setiap saat dapat mengancam keberlangsungan hidup Badak Jawa.

"Kini muncul pula masalah baru yaitu perburuan yang menyasar Badak Jawa," kata Muhajir. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.