Kekalahan di Majelis Tinggi Picu Tekanan bagi PM Ishiba Jepang
📅 Selasa, 22 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP Philip FONG
Tokyo - Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Shigeru Ishiba baru-baru ini mengalami kekalahan telak dalam pemilihan Majelis Tinggi, sebuah hasil yang langsung menempatkan PM Ishiba di bawah tekanan politik yang signifikan. Kekalahan ini bukan sekadar kemunduran, melainkan sinyal kuat adanya penurunan dukungan publik dan bisa mempersulit langkah pemerintah ke depan.
Seperti dikutip dari Antara, hasil pemilu pada Minggu (20/7), menunjukkan koalisi berkuasa di Jepang, yang terdiri dari Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Komeito, gagal meraih 50 kursi yang mereka butuhkan untuk menjadi mayoritas parlemen di majelis tinggi.
Kini, koalisi pemerintah telah kehilangan kendali mayoritas di kedua majelis parlemen, Majelis Tinggi maupun Majelis Rendah (House of Representatives) yang memiliki kekuasaan lebih besar, sebuah situasi yang sangat jarang terjadi dalam sejarah Jepang pascaperang.
Dukungan dari partai oposisi akan menjadi semakin krusial untuk meloloskan undang-undang dan anggaran.
LDP dan Komeito gagal memenuhi target pra-pemilu untuk memenangkan setidaknya 50 dari 125 kursi yang diperebutkan untuk mencapai ambang batas mayoritas di majelis tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Analis politik di Jepang menilai hasil pemilu ini sebagai cerminan ketidakpuasan pemilih terhadap kebijakan atau isu-isu tertentu yang diusung koalisi Ishiba, meskipun detail spesifik penyebab kekalahan masih dalam kajian mendalam. Yang jelas, dengan parlemen yang kini lebih terbagi, PM Ishiba menghadapi tantangan besar. Ia harus berjuang keras untuk menjaga stabilitas pemerintahannya dan memastikan agenda legislatif penting, termasuk pengesahan RUU dan reformasi yang diusulkan, tidak terhambat.
Tak Ada ‘Reshuffle’
PM Shigeru Ishiba pada Senin (21/7), mengatakan dirinya tidak berniat untuk melakukan reshuffle dan melibatkan partai lain ke dalam koalisi yang berkuasa.
"Saat ini saya tidak mempertimbangkan perluasan koalisi... Saat ini saya tidak mempertimbangkan masalah personel," kata Ishiba dalam konferensi pers pascapemilu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ishiba mengatakan partai berkuasa "menghadapi penilaian keras dari rakyat" dan berjanji untuk berdialog dengan partai-partai lain selain Partai Komeito.
PM juga menegaskan bahwa dirinya tidak berencana untuk mundur setelah pemilu, menekankan stagnasi politik harus dihindari di tengah tantangan saat ini, seperti negosiasi tarif dengan Amerika Serikat, kenaikan harga, tingginya risiko gempa bumi kuat di dekat Tokyo atau di sepanjang Palung Nankai – situasi keamanan terparah yang dihadapi Jepang di era pascaperang.
Berdasarkan hasil akhir pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Jepang (Parlemen Jepang) yang digelar pada Minggu, koalisi berkuasa tidak mengantongi mayoritas di majelis rendah maupun majelis tinggi parlemen setelah LDP dan Partai Komeito kehilangan 19 kursi di majelis tinggi.
Majelis tinggi parlemen Jepang memiliki 248 kursi, di mana 100 di antaranya dipilih berdasarkan perwakilan proporsional partai, dan 148 kursi sisanya dipilih di distrik pemilihan. SB/and
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!