Potensi Energi Terbarukan Harus Dikelola secara Optimal
📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSebelumnya, pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Fahmi Radhi, mengatakan untuk segera menjadi pemimpin transisi energi atau bahkan menjadi negara energi hijau, Indonesia perlu mempercepat upaya-upaya teknis. Salah satunya dengan menyelesaikan paket pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon dengan kapasitas 660 MW.
"Praktik-praktik transisi atau inisiatif energi terbarukan, investasi nyata, kita perlu perbanyak itu," katanya saat dihubungi baru-baru ini.
Investor, menurut Fahmi, perlu contoh-contoh sukses transisi energi di Indonesia. Sebab, masalah utama di Indonesia sering kali adalah hambatan-hambatan perizinan dan masalah teknis di lapangan.
Dengan adanya kesepakatan bersama Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) untuk memensiunkan dini PLTU Cirebon, maka langkah itu menjadi sinyal positif bagi investor untuk menanamkan modalnya di industri energi terbarukan di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan keberhasilan pensiun dini PLTU Cirebon kelak dan beralih ke EBT, maka hal itu bisa menjadi contoh nyata yang mengakselerasi transisi.
"Investor butuh kisah sukses bagaimana pemerintah, PLN, dan juga pihak lain, seperti ADB, sukses menjalankan transisi energi. Contoh sukses ini lebih dari sekadar pidato," tandas Fahmi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!