Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revolusi Haiti, Pemberontakan Budak yang Menginspirasi Dunia

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Kaum revolusioner Antillen ini mencapai kebebasan bagi semua budak di kekaisaran Prancis dalam beberapa tahun. Toussaint Louverture, orang yang memimpin Saint-Domingue, telah memperingatkan Prancis bahwa segala upaya untuk memperkenalkan kembali perbudakan di koloni tersebut pasti akan gagal.

Melalui perjuangan bertahun-tahun, kekerasan brutal dan perang yang dilakukan oleh negara-negara besar, para budak menjadi warga negara di kekaisaran yang telah memperbudak mereka.

"Mereka menjadi pendiri bangsa baru," tulis Dubois dikutip dari laman historiek.net.

Revolusi Haiti menjadi contoh dari apa yang bisa dicapai dan menjadi sumber harapan bagi mereka yang berjuang melawan perbudakan terutama bagi budak di tempat lain di Amerika. Sedangkan bagi para pembela perbudakan, Haiti menjadi contoh dampak buruk kebebasan.

Haiti yang berada di Pulau Hispaniola terisolasi secara ekonomi dan politik menjadi objek penghinaan dan polemik rasis secara terbuka pada abad kesembilan belas. Kebanyakan sejarawan di Eropa dan Amerika Utara mengabaikan revolusi Haiti.

"Revolusi Haiti menjadi contoh dari apa yang bisa dicapai dan menjadi sumber harapan bagi mereka yang berjuang melawan perbudakan," tutur Dubois.

Revolusi dimulai sebagai perlawanan penjajah kulit putih terhadap otoritas kekaisaran Prancis, namun segera menjadi perjuangan untuk kesetaraan ras, dan kemudian perjuangan melawan perbudakan. Para budak yang memberontak pada tahun 1791 mengorganisir diri mereka menjadi kekuatan militer dan politik yang tangguh.

Para budak yang memberontak ini kemudian mengadakan aliansi dengan para budak pemberontak lainnya pada tahun 1793. Mereka menawarkan kebebasan dengan imbalan dukungan militer, yang dengan cepat mengarah pada penghapusan perbudakan di koloni.

Keputusan ini, diambil di Saint-Domingue, diratifikasi di Paris pada tahun 1794. Para budak di seluruh koloni Prancis akhirnya menjadi warga negara Republik Prancis. Peristiwa-peristiwa ini menandai perubahan politik yang paling radikal pada periode revolusi ini. Periode ini juga merupakan perwujudan paling jelas dari gagasan deklarasi hak asasi manusia dan warga negara yang diproklamirkan oleh Perancis pada tahun 1789 dan berkaitan dengan hak-hak universal. Pemberontakan budak di Saint-Domingue pun menyebabkan perluasan kewarganegaraan lintas ras. Jika masyarakat dunia saat ini hidup di dunia di mana sistem demokrasi pada prinsipnya tidak mengecualikan siapapun, maka hal ini sebagian besar disebabkan oleh tindakan para budak di Saint-Domingue yang bersikeras bahwa hak asasi manusia juga merupakan hak mereka. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.