Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Filipina Undang Mantan Presiden Duterte Hadiri Rapat 'Perang Narkoba'

📅 Rabu, 26 Jun 2024, 01:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Filipina Undang Mantan Presiden Duterte Hadiri Rapat 'Perang Narkoba' Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Seorang pengedar dan pengguna narkoba tertangkap.

Manila - Komite Hak Asasi Manusia DPR Filipina pada Selasa menyetujui mosi untuk mengundang mantan presiden Rodrigo Duterte guna menghadiri sidang rapat mengenai perang narkoba yang dilakukan pemerintahan sebelumnya.

Dalam mosi tersebut juga mengundang Senator Ronald dela Rosa, yang dahulu menjabat sebagai kepala Kepolisian Nasional Filipina pada periode 2016 hingga 2018 di puncak perang narkoba pemerintahan Duterte.

Dalam sidang ketiga, panel DPR menyetujui usulan anggota Partai Gabriela, Arlene Brosas, yang didukung oleh anggota Partai Guru ACT, anggota Parlemen France Castro.

"Ketua, saya mengundang mantan presiden Rodrigo Duterte dan, tentu saja, Senator Bato dela Rosa untuk mengatasi dugaan permasalahan yang diajukan oleh keluarga korban pembunuhan di luar hukum," kata Brosas dalam persidangan.

Ketua Komite dan Perwakilan Distrik 6 Manila Bienvenido Abante Jr juga menyarankan untuk mengundang Duterte dan Dela Rosa untuk mendengarkan kesaksian keluarga korban. "Sidang ini sudah kami informasikan kepada mantan presiden, jadi dia tahu," kata Abante.

"Untuk sidang keempat, saya akan mengundang Senator Bato dela Rosa dan mantan presiden untuk datang dan mendengarkan kesaksian Anda," ujar dia.

Abante menekankan pentingnya penyelidikan ini untuk mencari kebenaran dan akuntabilitas, karena bertujuan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia selama perang narkoba Duterte.

"Kami berkomitmen untuk melindungi saksi dan memberikan dukungan kepada korban. Dewan Perwakilan Rakyat ada di sini untuk mendukung Anda, melindungi hak-hak Anda, dan memastikan keselamatan Anda," kata dia.

Data pemerintah menunjukkan bahwa lebih dari 6.200 tersangka narkoba tewas dalam operasi anti-narkotika dari Juni 2016 hingga November 2021.

Namun, organisasi hak asasi manusia setempat memperkirakan jumlah korban tewas bisa mencapai lebih dari 20.000 orang, dan sebagian besar berdampak pada masyarakat miskin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.