Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangsa Pasar Perbankan Syariah Tumbuh 7,38 Persen

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pangsa Pasar Perbankan Syariah Tumbuh 7,38 Persen Doc: ANTARA/ Bayu Saputra
Ket. Komisioner Pengawas Pemerintah & Syariah OJK Defri Andri dalam acara Kickoff Bulan Pembiayaan Syariah 2024 yang di Jakarta, Selasa (25/6/2024).

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perbankan syariah Indonesia sudah mulai unggul, tercermin dari pangsa pasar perbankan syariah yang meningkat menjadi 7,38 persen pada Maret 2024. Peningkatan pangsa pasar tersebut diikuti dengan pertumbuhan aset yang mencapai 9,71 persen atau sekitar Rp900 triliun.

"Peningkatan ini menunjukkan perbankan syariah mampu menghadapi krisis dan menjadi pilar penting dalam sistem keuangan nasional," kata Komisioner Pengawas Pemerintah & Syariah, OJK Defri Andri dalam acara Kickoff Bulan Pembiayaan Syariah 2024 di Jakarta, Selasa (25/6).

Defri menjelaskan, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar kedua di dunia, Indonesia berkomitmen untuk menjadi pusat ekonomi syariah terbuka di dunia. Komitmen ini tertuang dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri, makmur, dan madani.

OJK juga mendukung penuh pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebagai bentuk komitmen, OJK telah menerbitkan peta jalan atau roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023-2027.

"Temanya yaitu bank syariah yang unggul untuk masyarakat yang sejahtera dan di sana kami sudah menyusun berbagai hal dari yang hal level sampai ke detail mengenai kontribusi bank syariah dalam perekonomian nasional yang sebagaimana kita ketahui bersama," jelasnya.

Roadmap tersebut merinci berbagai langkah strategis mulai dari tingkat makro hingga mikro untuk meningkatkan kontribusi bank syariah dalam perekonomian nasional, yang sebagian besar didukung oleh peran UMKM. Lebih lanjut, dia menjabarkan, transformasi perbankan syariah memiliki dua dimensi utama yang menjadi perhatian yakni dimensi ketahanan dan daya saing, serta dimensi dampak sosial ekonomi.

Pada dimensi ketahanan dan daya saing, peningkatan dapat dilakukan melalui penguatan manajemen risiko dan tata kelola syariah, konsolidasi perbankan syariah, serta penguatan resiliensi. Selain itu, inovasi terus dilakukan untuk menonjolkan diferensiasi produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

"Pada dimensi ketahanan dan daya saing peningkatan dapat dilakukan melalui penguatan manajemen risiko dan tata kelola Syariah konsolidasi perbankan syariah penguatan resiliensi dan senantiasa berinovasi untuk menonjolkan diferensiasi produk dan layanan," kata Defri.

Kemudian dari sisi dimensi dampak sosial ekonomi, OJK berupaya memastikan bahwa perbankan syariah tidak hanya berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi, tetapi juga memiliki dampak positif bagi masyarakat luas, terutama dalam hal inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Adapun dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia (BI) Juda Agung menyampaikan bahwa pembiayaan perbankan syariah di Indonesia juga mengalami pertumbuhan14,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2024.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan potensi besar sektor perbankan syariah di Indonesia, yang semakin mendapat perhatian baik di tingkat domestik maupun internasional.

"Di domestik pembiayaan oleh perbankan syariah juga tumbuh cukup baik, cukup tinggi. Pada bulan Mei tumbuh mencapai 14,07 persen secara year on year, lebih tinggi dibandingkan pembiayaan konvensional yang tumbuh 12,15 persen secara year on year," kata Juda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.