Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Penjamasan Keris Sunan Kudus Masih Dilestarikan

📅 Senin, 24 Jun 2024, 09:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tradisi Penjamasan Keris Sunan Kudus Masih Dilestarikan Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Ahli penjamasan, Haji Faqihuddin melakukan penjamasan Keris Kiai Cinthaka peninggalan Sunan Kudus di kompleks Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah, Senin (24/6/2024).

KUDUS - Tradisi penjamasan atau pencucian Keris Kiai Cinthaka peninggalan Sunan Kudus masih dilestarikan dan digelar di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus di Jawa Tengah, Senin (24/6).

Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Zaenal Abidin di Kudus, Senin (24/6), mengungkapkan prosesi penjamasan keris dan dua tombak trisula peninggalan Sunan Kudus dilaksanakan hari Senin atau Kamis pertama setelah hari tasyrik.

"Sebelum prosesi penjamasan biasanya cuaca timbreng (matahari tertutup awan). Kebetulan saat ini juga demikian," ujar Zaenal Abidin yang juga Ketua Panitia Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1445 Hijriah.

Sebelum dilaksanakan penjamasan, terlebih dahulu berziarah ke Makam Sunan Kudus yang dipimpin Kiai Yusrul Hana Sya'roni. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan dan penurunan Keris Kiai Cinthaka yang ada di dalam peti di bagian atas pendapa tajuk untuk dijamas oleh ahli penjamasan, Haji Faqihuddin.

Kemudian bilah keris dilepas dari hulunya dibasuh dengan banyu landa atau air rendaman ketan hitam sebanyak tiga kali. Selanjutnya direndam dengan air jeruk nipis dan digosok dengan jeruk kemudian disikat.

Tahap berikutnya, dikeringkan ke dalam sekam ketan hitam. Lantas dibasuh dengan warangan atau cairan khusus dari bahan-bahan tumbuhan dengan cara dipijat-pijat halus agar masuk ke pori-pori.

"Semua proses tahapan diulang dua kali. Setelah itu dikeringkan dengan kain putih, kemudian dikasih minyak wangi-wangian non alkohol kemudian diangin-anginkan sampai kering dan meresap baru hulu dan bilah disatukan dan dibungkus untuk dimasukkan ke dalam peti," ujarnya.

Air jeruk nipis dipercaya dapat mencegah karat pada benda pusaka yang berumur ratusan tahun itu.

Ritual serupa dilakukan pada dua tombak trisula peninggalan Sunan Kudus. Tombak ini biasanya dipasang di sisi mihrab pengimaman Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.

Setelah penjamasan selesai, dilanjutkan acara makan bersama nasi opor dan jajan pasar tradisional sebagai penutup acara jamasan.

Ritual penjamasan keris peninggalan Sunan Kudus juga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah. Penetapan warisan budaya tak benda tersebut juga bersamaan dengan penetapan warisan budaya tak benda lainnya, seperti buka luwur dan dandangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

33 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.