Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Filipina Muncul Sebagai Pelopor Energi Terbarukan di Asia Tenggara

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 00:05 WIB | Oleh:
Filipina Muncul Sebagai Pelopor Energi Terbarukan di Asia Tenggara Doc: istimewa
Ket. Kincir angin di kota Burgos, di Provinsi Ilocos Norte, baru-baru ini.

MANILA - Filipina dilaporkan telah melampaui negara-negara tetangganya di Asia Tenggara untuk menjadi pemimpin regional dalam proyek-proyek pembangkit listrik ramah lingkungan, dengan lebih sedikit pembatasan investasi dan kebijakan-kebijakan ramah lingkungan yang menarik dana dari dalam dan luar negeri.

Perubahan yang dilakukan, termasuk mengizinkan kepemilikan asing secara penuh atas proyek-proyek energi terbarukan, telah membantu mengamankan jaringan pipa pembangkit listrik tenaga angin dan surya sebesar 99 gigawatt. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memasok listrik ke seluruh rumah tangga di Filipina, dan berada di depan Vietnam dengan 86 gigawatt atau lima kali lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Dikutip dariThe Straits Times, transisi energi di negara-negara berkembang yang bergantung pada batu bara seperti Filipina akan menentukan keberhasilan upaya global untuk mencapai target net zero dan mengurangi dampak terburuk perubahan iklim. Namun, banyak negara berpendapatan menengah berjuang untuk menyeimbangkan peralihan dari bahan bakar fosil dengan meningkatnya permintaan energi dan kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi.

Hanya 3 persen dari proyek energi terbarukan Filipina yang ambisius saat ini sedang dibangun. Namun hal ini merupakan sebuah langkah untuk mencapai tujuan negara tersebut, yakni meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran listrik menjadi lebih dari sepertiga pada akhir dekade ini, dari sekitar seperlima saat ini.

Pada forum energi bersih di Manila pada bulan Mei 2024, perusahaan seperti pengembang energi terbarukan yang berbasis di Oslo, Scatec, sangat antusias dengan potensi Filipina, terutama dibandingkan dengan negara tetangganya di mana masalah pendanaan dan peraturan menghambat kemajuan.

"Di banyak pasar lain, masih terdapat tantangan regulasi. Tetapi di Filipina, kami melihat banyak peluang untuk terus bertumbuh," kata CEO Scatec, Terje Pilskog.

Perusahaan lain yang terlibat dalam proyek energi terbarukan di negara ini termasuk Advantec dari Jepang, Vena Energy yang berbasis di Singapura dan perusahaan lokal Citicore Renewable Energy Corporation dan Solar Philippines New Energy Corporation.

Pemerintahan berturut-turut di negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Asia Tenggara ini telah melonggarkan pembatasan untuk proyek-proyek pembangkit listrik berskala besar.

Filipina dalam beberapa tahun terakhir telah meluncurkan strategi pengembangan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, menawarkan insentif tarif dan pajak, serta membuka sektor energi terbarukan kepada kepemilikan asing penuh.

MenurutBloomberg New Energy Finance (BNEF), semua ini membantu memacu lonjakan investasi energi ramah lingkungan sebesar 41 persen menjadi 1,3 miliar dollar AS pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Minat dari pengembang energi terbarukan meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena turunnya biaya peralatan dan sektor listrik dalam negeri menjadi lebih paham tentang cara membangun dan mengoperasikan fasilitas," kata Lawrence Fernandez, kepala ekonomi utilitas di Manila Electric, pengecer listrik terbesar di negara tersebut.

Berbeda dengan banyak negara tetangganya, di mana badan usaha milik negara mendominasi pasar listrik, Filipina mengizinkan perusahaan swasta untuk mengambil bagian dalam pembangkitan dan penjualan listrik.

"Tidak ada satu pun entitas negara yang menjadi pemain dominan dan memungkinkan inovasi berkembang," kata Ramnath Iyer, pemimpin penelitian keuangan berkelanjutan di Asia di Institute for Energy Economics and Financial Analysis (Ieefa).

Aturan yang jelas, tambah dia, dalam menyambut investasi asing membuat perusahaan lebih nyaman memasukkan uang ke dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.