Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keluarga Korban Kecelakaan Boeing MAX Tuntut Denda Hampir 25 Miliar Dollar AS

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Keluarga Korban Kecelakaan Boeing MAX Tuntut Denda Hampir 25 Miliar Dollar AS Doc: istimewa
Ket. Presiden dan CEO Boeing Dave Calhoun dan Kepala Insinyur Boeing Howard McKenzie dilantik dalam sidang Subkomite Investigasi Komite Keamanan Dalam Negeri dan Urusan Pemerintahan Senat untuk memeriksa "budaya keselamatan Boeing yang rusak".

WASHINGTON - Dampak dari kecelakaan Boeing 737 MAX, pihak berwenang Amerika Serikat diminta untuk mengenakan denda hingga 24,8 miliar dollar AS kepada raksasa penerbangan itu dan melanjutkan tuntutan pidana.

Dikutip dariChannel News Asia (CNA), pada Rabu (19/6), langkah ini dilakukan sehari setelah CEO Boeing, Dave Calhoun, mengakui "gawatnya" masalah keselamatan perusahaannya dan meyakinkan panel kongres AS bahwa pihaknya membuat kemajuan dalam masalah ini.

Duduk di belakangnya di antara hadirin adalah kerabat korban jatuhnya Boeing 737 MAX 8 pada tahun 2018 dan 2019, yang mengacungkan foto para korban.

"Karena kejahatan Boeing adalah kejahatan korporasi paling mematikan dalam sejarah AS, denda maksimum lebih dari 24 miliar dollar AS dibenarkan secara hukum dan jelas pantas," tulis Paul Cassell, pengacara keluarga tersebut, dalam suratnya kepada Departemen Kehakiman AS.

Denda Maksimum

Dokumen setebal 32 halaman tersebut menjelaskan perhitungan di balik jumlah yang diminta, dengan mengatakan Boeing "harus didenda maksimum 24.780.000.000 dollar AS dengan kemungkinan 14.000.000.000 dollar AS hingga 22.000.0000.000 dollar AS dari denda yang ditangguhkan dengan syarat Boeing menggunakan dana yang ditangguhkan tersebut untuk pemantau perusahaan independen dan peningkatan terkait dalam program kepatuhan dan keselamatan seperti yang diidentifikasi di bawah ini".

"Dewan Direksi Boeing harus diperintahkan untuk bertemu dengan keluarga," tambahnya.

Kasus ini berkaitan dengan kecelakaan pada tahun 2018 dan 2019 di Indonesia dan Ethiopia yang telah merenggut masing-masing 346 nyawa dan terjadi ketika Boeing menghadapi pengawasan ketat menyusul masalah manufaktur dan keselamatan baru-baru ini.

Raksasa penerbangan ini kembali menjadi sorotan publik sejak insiden pada 5 Januari di mana sebuah pesawat 737 MAX yang dioperasikan oleh Alaska Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah panel badan pesawat meledak di tengah penerbangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.