Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Francis Bacon, Perintis Penelitian dan Metode Ilmiah

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Francis Bacon, Perintis Penelitian dan Metode Ilmiah Doc: Istimewa

Saat karier politiknya hancur, Francis Bacon mengalihkan perhatian pada dunia akademik. Dalam "Novum Organum", ia menguraikan pendekatan yang diklaim tepat untuk memahami ilmu pengetahuan alam.

Dunia penelitian ilmiah berhutang budi kepada Francis Bacon (1561-1626). Filsuf, negarawan, dan penulis Inggris sering dianggap sebagai salah satu pendiri penelitian ilmiah dan metode ilmiah modern, bahkan sebagai bapak sains modern.

Bacon mengusulkan metode gabungan baru berupa eksperimen empiris dan pengumpulan data bersama. Dampaknya umat manusia akhirnya dapat menemukan semua rahasia alam dan memperbaiki dirinya sendiri dengan penelitian yang dilakukan.

Bacon lahir pada 22 Januari 1561 di London, Inggris, dari keluarganya memiliki koneksi yang kuat dengan istana kerajaan. Bacon menempuh pendidikan di Universitas Cambridge pada 1573 untuk mempelajari hukum. Setelah menyelesaikan studi hukumnya, Bacon bergabung dengan Kedutaan Inggris di Prancis, jabatan yang dipegangnya hingga 1584.

Bacon terpilih sebagai anggota parlemen pada 1584. Pada tahun 1596, Ratu Elizabeth mengangkat Bacon menjadi penasihat ratu. Bacon akhirnya meninggalkan pamannya yang terkenal itu dan berpihak pada musuh besar politik pamannya. Untungnya, Bacon menebus kesalahannya dengan menjelaskan bahwa kesetiaan utamanya tidak terletak pada paman atau musuhnya, melainkan hanya pada rajanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pada 1603, Bacon diberi gelar bangsawan oleh raja baru, James I dari Inggris (memerintah tahun 1603-1625). Lalu pada 1618, raja yang sama mengangkat Bacon sebagai Lord Chancellor, tetapi ia memegang jabatan itu secara singkat karena munculnya tuduhan korupsi. Terkait tuduhan itu, Bacon sempat ditahan dan didenda. Beruntung Raja James membatalkan denda tersebut, namun karier politiknya terlanjur hancur.

Ketika tidak ada lagi yang diharapkan dari dunia politik, Bacon pun berkonsentrasi pada kegiatan akademiknya. Dalam kegiatan ini, ia akan sangat sukses dan berpengaruh, terlebih lagi karena ia sendiri secara serius mempraktikkan cabang ilmu pengetahuan apapun.

Bacon diketahui telah mengemukakan pemikirannya tentang apa yang ia anggap sebagai metode ilmiah yang tepat dalam The Advancement of Learning yang pertama kali diterbitkan pada 1605. Dalam Novum Organum yang diterbitkan pada 1620, Bacon lebih jauh menguraikan apa yang menurutnya merupakan pendekatan yang tepat untuk memahami ilmu pengetahuan alam.

Lewat kedua karya ini, Bacon memperjuangkan perlunya studi empiris yang terperinci karena ini adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan pemahaman umat manusia. Baginya, yang lebih penting adalah menguasai alam.

Pendekatan tersebut memang terlihat cukup nyata saat ini. Tapi pada saat itu, bayang-bayang Aristoteles (hidup 384-322 SM), filsuf Yunani kuno yang hebat, masih menaungi pikiran-pikiran awal modern. Apa yang disampaikan Bacon menjadi sangat teoritis sehingga argumen-argumen verbal subjektif lebih mendominasi eksperimen-eksperimen praktis.

Argumen-argumen verbal seperti itu juga menjadi tidak berguna karena mereka menggunakan terminologi yang tidak tepat yang hanya disetujui oleh sedikit orang. Namun bagi Bacon, para filsuf alam telah disibukkan dengan mengapa sesuatu terjadi alih-alih terlebih dahulu memastikan apa yang terjadi di alam.

Francis Bacon terkadang dianggap sebagai pendukung alkimia atau protosains yang menggabungkan unsur-unsur kimia, fisika, astrologi, seni, semiotika, metalurgi, kedokteran, mistisisme, dan agama. Namun selain mengagumi hasrat para alkemis untuk melakukan eksperimen tanpa henti, ia juga tidak punya waktu untuk para ahli kimia ini.

"Semua filsafat alam yang diterima saat ini adalah filsafat orang Yunani atau filsafat para alkemis lainnya. Yang satu dikumpulkan dari beberapa pengamatan umum dan yang lainnya dari beberapa percobaan di laboratorium. Yang satu tidak pernah gagal untuk memperbanyak kata-kata, dan yang lainnya tidak pernah gagal untuk memperbanyak emas," tulis Bacon dikutip dari laman World History.

Filsafat Alam

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

20 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.