Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Francis Bacon, Perintis Penelitian dan Metode Ilmiah

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Bacon percaya pada gagasan kemajuan. Ia berpikir bahwa orang-orang sezamannya tidak begitu peduli dengan perbaikan kondisi umat manusia karena mereka terpesona oleh pencapaian masa lalu.

Bacon mengamati bahwa batas tradisional Mediterania kuno, pilar Hercules, telah lama ditinggalkan karena pelaut seperti Christopher Columbus (1451-1506), Ferdinand Magellan (sekitar 1480-1521), dan Vasco da Gama (sekitar 1469-1524) telah menjelajahi dunia. Sedangkan kompas laut dan bubuk mesiu yang merupakan beberapa penemuan penting lainnya, kini telah merevolusi perjalanan dan peperangan.

Bacon menganggap perkembangan ini terjadi secara kebetulan dan karenanya ia mendambakan pendekatan yang lebih sistematis untuk memperoleh pengetahuan. Ia membayangkan betapa banyak lagi yang dapat dicapai jika para pemikir mengabdikan diri pada pendekatan baru.

Hasilnya, Bacon mengusulkan sistem penyelidikan baru yang ia sebut novum organum. Pendekatan ini, menurut Bacon, akan membantu membangun institusi sains yang sama sekali baru yang pada masa itu mungkin lebih tepat disebut filsafat alam.

Bacon menyebut tujuan baru ini sebagai instauratio scientiarum atau pendirian ilmiah yang hebat. Semua ini tidak sepenuhnya baru seperti yang dipikirkan pemikir lain yang senada, tetapi kontribusi uniknya adalah menciptakan paket ide-ide ini yang hampir koheren

Bacon kehabisan waktu dan meninggal sebelum proyek besarnya selesai. Namun pendekatannya jika disarikan memiliki tiga langkah penting yaitu pertama; mengenai pengetahuan yang ada, kedua; eksperimen, pengujian, pengumpulan data, dan ketiga; dunia baru.

Pengetahuan yang ada diwujudkan dengan menetapkan bagaimana orang lain harus mendekati sains. Bacon bermaksud membuat bangunan pengetahuan baru ini sendiri atau setidaknya membuat kemajuan yang sangat baik pada pondasinya.

Pada awalnya, Bacon kurang tertarik pada pengetahuan baru dan lebih fokus pada survei semua pengetahuan yang ada. Buah dari usaha awal ini adalah karya The Advancement of Learning. Bacon tidak percaya semua penelitian, ide, dan kebijaksanaan yang diterima di masa lalu masih valid. Baginya, banyak kayu mati harus ditebang dari pohon pengetahuan manusia.

Bacon mengakui bahwa menguji alam tidaklah mudah dan seorang ilmuwan yang bijak harus mengasah keterampilan mereka pada masalah yang lebih mudah sebelum beralih ke kebenaran yang lebih kompleks. Meskipun demikian, Bacon juga percaya bahwa pemikir hebat tidak selalu penting untuk membuat lompatan dalam pengetahuan karena siapapun yang memiliki tangan dan mata dapat melakukan eksperimen dan mengumpulkan data.

Bacon juga percaya bahwa sains harus menawarkan perbaikan praktis bagi kehidupan sehari-hari dan memberi manusia kekuasaan atas alam. Pendekatan yang lebih tradisional, kata dia, telah mengabaikan aspek penting pengetahuan ini. Padahal perbaikan praktis menjadikan hasil penelitian relevan dengan kehidupan sehari-hari. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.