Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan Pemkab Rejang Lebong untuk Mempercepat Penurunan Stunting

📅 Minggu, 16 Jun 2024, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemkab Rejang Lebong untuk Mempercepat Penurunan Stunting Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Rejang Lebong
Ket. Peserta orientasi pencegahan stunting yang diikuti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur, Jumat, (14/6/2024).

Rejang Lebong - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu saat ini tengah menyiapkan sejumlah program percepatan penurunan angka stunting di wilayah itu yang kini mencapai 28,6 persen.

Kepala DP3APPKB Rejang Lebong Sutan Alim di Rejang Lebong, Sabtu, mengatakan upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Rejang Lebong dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Pada Jumat tanggal 14 Juni 2024 kita sudah melaksanakan orientasi kepada 468 tenaga pendamping keluarga atau TPK, kemudian pengukuran dan intervensi serentak terhadap 150 ibu hamil, ibu menyusui, pasangan usia subur, calon pengantin dan pengantin baru menikah dari 15 kecamatan," kata dia.

Dia menjelaskan pada kegiatan orientasi ini calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur atau PUS diberikan pelayanan kesehatan mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran lingkar pangkal lengan, lingkar pinggang dan panggul.

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan hemoglobin darah. Layanan kesehatan itu tidak dipungut biaya atau gratis.

Dengan adanya kegiatan ini, kata dia, diharapkan para calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur dapat mendapat pemahaman terkait langkah-langkah untuk mengatasi stunting sejak dini.

Menurut dia, pencegahan stunting ini dilakukan pada 1.000 hari kehidupan pertama anak, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga anak yang dilahirkan berusia dua tahun.

"Kita pantau para calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anaknya. Khususnya tentang asupan gizi ibu dan anak. Sebab, jika anak yang stunting sudah berusia di atas dua tahun, maka, pertumbuhannya akan terganggu. Serta sulit dipacu pertumbuhannya dan perkembangannya,'' katanya.

Sebelumnya angka stunting di Kabupaten Rejang Lebong berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia tim Kemenkes pada 2022 berada di angka 20,2 persen, kemudian tahun 2023 kembali naik sebesar 8,4 persen yakni di angka 28,6 persen dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Bengkulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.