Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Dibuang Sembarangan, Pemkab Sleman Imbau Masyarakat Kelola Limbah Hewan Kurban Secara Baik

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Dibuang Sembarangan, Pemkab Sleman Imbau Masyarakat Kelola Limbah Hewan Kurban Secara Baik Doc: ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto
Ket. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

Sleman - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat khususnya panitia penyelenggara pemotongan hewan kurban untuk mengelola limbah hewan kurban secara baik di perayaan Idul Adha 2024.

"Kami juga mengimbau agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam proses pendistribusian daging kurban, distribusi daging kurban bisa diganti dengan bahan ramah lingkungan," kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Sleman, Kamis.

Menurut dia, pendistribusian daging hewan kurban dapat menggunakan bahan yang ramah lingkungan, seperti daun jati, daun pisang, ataupun besek.

"Selain mengurangi plastik sekali pakai, distribusi daging pakai besek ini juga untuk melarisi produk kerajinan UMKM di masyarakat," katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 409 tahun 2024 tentang penanganan limbah hewan kurban. Dalam edaran tersebut, disebutkan pemotongan hewan kurban diimbau untuk dilakukan di rumah potong hewan (RPH) yang tersedia di Sleman.

"Tetapi karena keterbatasan kapasitas, maka pemotongan hewan kurban boleh dilakukan di luar RPH dengan berpedoman pada ketentuan teknis pemotongan hewan kurban," katanya.

Ia mengatakan, untuk pengelolaan limbah hewan kurban misalnya dapat dilakukan dengan memisahkan antara tempat penanganan daging dengan tempat penanganan bagian jeroan.

"Kemudian tempat penanganan limbah padat dan cair juga harus diperhatikan supaya tidak menimbulkan pencemaran lingkungan," katanya.

Danang mengatakan, penanganan limbah cair seperti darah dan air buangan jeroan disarankan menggunakan "septick tank" permanen dengan ukuran yang sesuai dengan kapasitas air limbah pemotongan hewan. Apabila "septick tank" tidak permanen atau terbuka, maka harus dilakukan penimbunan segera setelah selesai penyembelihan.

"Limbah cair sisa jeroan tidak boleh dibuang ke saluran pembuangan umum seperti selokan, sungai, embung ataupun danau," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani mengingatkan agar rumen atau jeroan hewan kurban dicuci dengan air yang mengalir dan air sisa cucian jeroan tersebut dimasukkan ke dalam lubang penampungan.

"Jangan dibuang ke sungai karena bisa menimbulkan pencemaran lingkungan," katanya.

Menurut dia, tempat penyembelihan hewan kurban juga diimbau agar dilengkapi dengan lubang penampungan darah. Adapun standar ukurannya adalah 0,5x0,5 x1 meter per 10 ekor kambing. Untuk sapi ukuran lubang lebih besar sedikit dengan 0,5x0,5x2 meter per 10 ekor sapi.

"Untuk penanganan limbah padat hewan kurban juga bisa dilakukan di tempat pemotongan. Caranya dengan dikubur atau dikerjasamakan dengan pihak lain, kalau mau dimanfaatkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.