Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geliat Ekonomi Masih Ditopang Sektor Jasa

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 10:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Geliat Ekonomi Masih Ditopang Sektor Jasa Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah diharapkan mendorong pertumbuhan dengan mengandalkan sektor riil lantaran sejak pandemi, geliat ekonomi masih ditopang oleh sektor jasa yang memiliki nilai tambah rendah. Padahal, semestinya industri dan pertanian menjadi tumpuan utama.

Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi menjelaskan penurunan tingkat kemiskinan pasca pandemi, masih bergantung pada dukungan bantuan sosial pemerintah di berbagai lini, sementara geliat ekonomi yang tumbuh lebih banyak di sektor jasa yang nilai tambahnya relatif rendah dan padat dengan informalitas.

Selain itu, dengan melihat ekonomi sektor jasa, maka konsentrasi jelas di kota-kota besar dan merembet ke sekitarnya terutama di Jawa. "Sedangkan industri dan pertanian yang menjadi basis utama penyerap tenaga kerja formal masih terseok-seok, pertanian pertumbuhannya sangat kecil 1,3 persen pada 2023, dan industri 4,64 persen. Pada kuartal I-2024 bahkan pertanian negatif 0,41 persen, sedang industri hanya 0,68 persen dibanding periode sama tahun lalu (YoY)," ucap Hafidz kepada Koran Jakarta, Rabu (12/6).

Konsekuensinya lanjut Hafidz, energi pertumbuhan melemah, itu pun di sektor industri lebih didominasi oleh smelter yang digenjot secara besar-besaran di Sulawesi Tenggara. Karenanya, tren pertumbuhan kawasannya Sulawesi dan Maluku-Papua bisa di atas enam persen. "Sayangnya, (pertumbuhan itu) tidak melahirkan multiplayer effect ke sektor industri turunan atau ke sektor-sektor lainnya. Walau tak bisa dipungkiri kontribusinya pada stabilitas devisa dan neraca perdagangan positif sangat besar di tengah lesunya komoditas andalan, sawit dan batu bara," paparnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menegaskan APBN harus memiliki kontribusi bagi sektor riil apabila akan digunakan sebagai alat membangkitkan kegiatan ekonomi tanah air. "Kalau kita ingin APBN itu menjadi pengungkit, spending better-nya harus betul-betul untuk sektor riil yang membangkitkan kegiatan ekonomi. Masih banyak yang bisa kita lakukan," kata Zulfikar usai menghadiri diskusi Forum Legislasi bertema Mengupas RAPBN 2025 Menuju Indonesia Maju, di Jakarta, Selasa (11/6).

Apabila diberikan ruang APBN untuk sektor riil, lanjutnya, bukan tak mungkin pertumbuhan di luar Jawa bisa menyentuh angka 7-8 persen. Untuk itu, hilirisasi yang awalnya dilakukan untuk sektor mineral dan batu bara (minerba) harus juga menyasar sektor lainnya.

Keberhasilan Vietnam

Zulfikar mencontohkan Vietnam berhasil meningkatkan nilai jual dari sektor kelautannya dengan adanya hilirisasi. Hilirisasi seharusnya tak berkutat pada nikel dan bauksit semata. Dia kembali menegaskan masih banyak sektor yang bisa digarap dan berujung pada mengeliatnya sektor industri tanah air.

"Tidak hanya nikel, tidak hanya bauksit (tapi) banyak yang perlu dikembangkan lagi. Kalau industri jalan, (pekerjaan kan ada. Kalau pekerjaan ada, kan penghasilan ada. Nah itu maksud saya spending better-nya ke sana," tutup legislator Dapil Jawa Timur III itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.