BMKG: Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Kota Besar di Indonesia
📅 Minggu, 09 Jun 2024, 07:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ARDIANSYAH
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan masih mengguyur sebagian kota besar di Indonesia seiring dengan adanya sirkulasi siklonik, konfluensi, dan konvergensi di sejumlah wilayah.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan," kata Prakirawan BMKG Nurul Tazaroh dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Minggu.
Di Pulau Sumatra, BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi turun di Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Palembang, dan Bengkulu.
Sedangkan, hujan lebat hingga hujan petir diprediksi terjadi di Medan, Pekanbaru, dan Pangkal Pinang. Adapun cuaca cerah berawan di Padan, Banda Aceh, dan Jambi.
Di Pulau Jawa, hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Langit berawan ada di Serang, Semarang, dan Yogyakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepulauan Sunda Kecil umumnya mengalami hujan ringan, yaitu Denpasar dan Mataram. Kota Kupang diprakirakan berawan.
Prakiraan BMKG menyebutkan Pulau Kalimantan berawan di Palangka Raya dan kabut di Tanjung Selor. Hujan ringan di Samarinda, lalu hujan petir di Pontianak dan Banjarmasin.
Pulau Sulawesi umumnya berawan terjadi di Mamuju, Makassar, dan Kendari. Sementara itu, hujan ringan diprediksi turun di Gorontalo. Lalu, hujan petir di Palu dan Manado.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, seluruh wilayah timur Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan, yaitu Ternate, Manokwari, Jayapura, dan Ambon.
Nurul mengatakan sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia sebelah sumatera barat yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di Riau.
Sirkulasi tersebut juga membentuk daerah pertemuan angin atau konfluensi di Samudera Hindia sebelah arah Sumatera Barat.
Selain itu, daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi terpantau memanjang dari Laut Natuna hingga Laut China Selatan, Laut Flores, Teluk Tomini, Teluk Bone, Laut Band, Laut Seram, Laut Halmahera, Laut Arafuru, dan Papua Selatan.
"Daerah pertemuan angin terpantau di Laut Arafuru dan Laut Sulawesi," kata Nurul.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa angin permukaan umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10 sampai 50 kilometer per jam. Waspadai angin kencang di Nusa Tenggara Timur.
Suhu udara umumnya berkisar antara 20 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan rentang 50 sampai 100 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!