Candi Jawi, Jejak Kemegahan Kerajaan Singasari
📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDi sekeliling candi terdapat kolam panjang 54 meter, lebar 3,50 meter dan kedalaman 2 meter yang terbuat dari bata merah dengan ketebalan tembok kolam 0,90 meter. Kolam mini ini menjadi tempat hidup bunga teratai yang dalam agama Hindu dan Buddha menjadi bunga suci.
Berada di sisi kanan jalan raya Prigen antara Kota Pandaan dengan Tretes, Candi Jawi menghadap sejarah arah jalan. Jika dilihat dari kompas posisinya menghadap ke arah tenggara bukan mengikuti arah mata angin pada umumnya.
Misalnya Candi Prambanan yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah menghadap ke arah timur. Demikian dengan candi agama Buddha yaitu Candi Sewu. Sedangkan Candi Penataran di Blitar menghadap ke arah barat daya.
Candi-candi di Indonesia pada dasarnya terdiri atas dua langgam yakni langgam Jawa Tengah dan langgam Jawa Timur. Umumnya candi langgam Jawa Tengah menghadap ke Timur, sementara candi langgam Jawa Timur menghadap ke Barat meski tidak secara presisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Posisi arah candi menghadap atau posisi pintu masuk, maka oleh sebagian ahli mempertegas bahwa Candi Jawi bukan tempat pemujaan atau pradaksina. Karena biasanya candi untuk peribadatan menghadap ke arah gunung, tempat yang dipercaya sebagai tempat persemayaman kepada dewa.
Yang berbeda Candi Jawi justru membelakangi Gunung Penanggungan. Sementara ahli lain ada pula yang beranggapan bahwa candi ini tetaplah candi pemujaan, dan posisi pintu yang tidak menghadap ke gunung dipercaya karena adanya pengaruh dari ajaran Buddha.
Keunikan
Sebaiknya Anda baca juga:
Keunikan Candi Jawi adalah adanya relief di dindingnya indah. Terletak tepat di bagian tengah candi yang merupakan bagian tertinggi dari bagian dalam candi, terdapat sebuah relief Dewa Surya yang terpahat jelas. Di samping relief yang terletak di bagian dinding candi, terdapat pula relief lain yang terletak di bagian dalamnya.
Namun sayangnya, relief sebagian besar belum bisa diurai oleh para arkeolog, salah satunya karena ukurannya kurang dalam ukirannya sehingga mereka kesulitan dalam menerjemahkannya. Berbeda dengan relief di Candi Jago dan Candi Penataran yang masih jelas.
Kitab Negarakertagama yang secara jelas menceritakan candi ini tidak menyinggung sama sekali soal relief tersebut. Salah satu fragmen yang ada pada dinding candi, menggambarkan sendiri keberadaan Candi Jawi tersebut beserta beberapa bangunan lain disekitar candi.
Tubuh candi yang ramping terbuat dari susunan batu putih (tufa) dengan relung-relung, di keempat sisinya. Tiap relung dihias kepala kala dengan rahang bawah, sebagai simbol untuk mengusir kekuatan jahat.
Selain bangunan utama Candi Jawi juga memiliki candi perwara sebanyak tiga buah. Candi perwara adalah candi kecil yang berada di depan candi induk, jumlahnya umumnya lebih dari dua berada di sisi kanan dan kiri. Sekali lagi sayangnya kondisi ketiga perwara tersebut saat ini bisa dibilang rata dengan tanah karena yang terlihat hanya sisa pondasinya saja.
Demikian juga di fragmen tersebut terlihat jelas bahwa terdapat candi bentar yang merupakan pintu gerbang candi, terletak sebelah barat. Candi bentar merupakan bangunan candi berbentuk gapura yang terbelah secara sempurna tanpa penghubung pada bagian, yaitu pada masa Majapahit yang kemudian berkelanjutan pada masa Islam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!