Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Pemkab Banjar Intervensi Serentak Cegah Stunting

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 07:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkab Banjar Intervensi Serentak Cegah Stunting Doc: ANTARA/HO-Pemkab Banjar
Ket. Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi (tengah) saat memimpin rapat koordinasi persiapan intervensi serentak pencegahan stunting di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (3/6/2024).

Banjar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengintervensi gerakan serentak untuk mencegah dan menurunkan angka gangguan pertumbuhan pada anak atau stunting.

Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi di Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (5/6), mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menurunkan angka gagal tumbuh pada anak.

"Kami memimpin langsung rapat koordinasi sebagai persiapan untuk meluncurkan intervensi serentak pencegahan stunting yang sudah dijadwalkan pelaksanaannya pada 10 Juni 2024," ujar Said.

Said yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Banjar, menjelaskan persiapan intervensi perlu dilakukan untuk menghadapi segala sesuatu agar penurunan stunting sesuai harapan.

Dia menyebutkan langkah pencegahan stunting sangat penting dilakukan melalui intervensi spesifik, sensitif dan kolaborasi untuk memastikan cakupan layanan pengukuran lebih luas, deteksi dini masalah gizi dan kesehatan serta intervensi yang tepat sasaran.

"Hal itu sesuai dengan arahan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin tentang pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting agar menjadi gerakan bersama berkelanjutan untuk menurunkan kasus," tuturnya.

Said menekankan intervensi serentak pencegahan stunting memerlukan kerja sama dan kolaborasi semua unsur termasuk masyarakat untuk menanggulangi masalah itu secara efektif.

Ia mengatakan melalui rakor yang diikuti sejumlah pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Banjar dan pihak terkait lainnya, bisa dirumuskan rencana aksi bersama yang dilakukan baik dari intervensi sensitif, spesifik dan kolaboratif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Yasna Khairina mengatakan intervensi serentak pencegahan stunting diluncurkan pada 10 Juni 2024 di salah satu posyandu Kecamatan Kertak Hanyar.

Menurutnya, intervensi dilakukan dengan cara mengukur atau menimbang anak dengan cakupan 100 persen dan melalui intervensi serentak tersebut diharapkan pengukuran tepat sasaran dan menyeluruh.

Dia menyebutkan sebanyak 573 posyandu sudah memiliki antropometri (alat ukur) untuk memantau berat badan, panjang badan dan status gizi balita, namun 11 posyandu tambahan masih belum memiliki peralatan.

"Solusinya nanti alat dari posyandu yang berdekatan bisa dipinjamkan atau meminjam alat di puskesmas yang berdekatan dengan posyandu sehingga upaya bersama dalam penurunan stunting dapat segera terwujud," ujar Yasna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.