Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Pastikan Korban Banjir di Kubu Raya Kalbar Dapat Pelayanan Medis

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 16:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Pastikan Korban Banjir di Kubu Raya Kalbar Dapat Pelayanan Medis Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Rumah warga yang tergenang banjir di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (5/6).

Jakarta -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan para korban banjir di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) mendapatkan pelayanan medis selama terdampak bencana.

"Pelayanan itu masih berlangsung untuk mengatasi gangguan atau keluhan kesehatan korban terdampak banjir yang terjadi sejak Minggu (12/5) itu," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kebutuhan pelayanan tersebut dijamin oleh dinas kesehatan kabupaten dan provinsi setempat. Mereka mengerahkan sejumlah tim medis ke beberapa wilayah yang dilanda banjir.

Selain kesehatan, BNPB juga memastikan menyiagakan petugas catatan sipil untuk melayani cepat proses pengurusan dokumen seperti kartu keluarga, kartu tanda penduduk dan sebagainya milik korban yang rusak atau hilang karena banjir.

Berdasarkan data tim Pusdalops BNPB, total ada sebanyak 1.399 kepala keluarga yang menjadi korban banjir di Kubu Raya setelah diguyur hujan intensitas deras saat itu.

Para korban tersebut merupakan warga dari enam desa di Kecamatan Sungai Ambawang, Rasau Jaya dan Kuala Mandor B, yang sebagian besar dari mereka terpaksa mengungsi.

Hasil pendataan terakhir yang diterima Pusdalops BNPB melaporkan dari jumlah total itu tersisa 1.367 kepala keluarga atau sebanyak 5.015 jiwa yang mengungsi baik secara mandiri/tenda pengungsian. Hal demikian dikarenakan rumah atau kawasan tempat tinggal mereka masih terendam banjir dengan ketinggian 170-180 centimeter pada Rabu (5/6).

Tim BNPB mengkonfirmasi bencana banjir adalah bencana langganan di Kabupaten Kubu Raya yang secara topografi merupakan dataran rendah dan bagian hilir dari sejumlah aliran sungai di Kalimantan Barat. Kondisi demikian yang mengakibatkan bila hujan deras maka banjir akan cepat terjadi dan lamban surut.

Terlepas dari situ, kataAbdul,pemerintah memastikan kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, kesehatan para korban banjir tercukupi selama masa tanggap darurat bencana ini. BNPB juga akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait lain dan khususnya pemerintah daerah setempat untuk merancang langkah jangka panjang mengatasi bencana hidrometeorologi ini di Kalimantan Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.