Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korsel Siap Bernegosiasi dengan Korut

📅 Rabu, 05 Jun 2024, 14:01 WIB | Oleh:
Korsel Siap Bernegosiasi dengan Korut Doc: AFP/ANGELA WEISS
Ket. Wakil Tetap Korsel untuk PBB, Hwang Joonkook

HAMILTON - Wakil Tetap Korea Selatan (Korsel) untuk PBB, Hwang Joonkook, pada Senin (3/6) mengatakan bahwa negaranya terbuka untuk terlibat dialog dengan Korea Utara (Korut) saat Seoul dengan tegas menanggapi provokasi Pyongyang.

Saat berbicara di sebuah konferensi pers pada kesempatan kepresidenan Korsel di Dewan Keamanan PBB untuk Juni, Hwang mengatakan bahwa Korut baru-baru ini melakukan beberapa provokasi besar, termasuk uji coba misil balistik jarak jauh. Hwang juga menyinggung balon-balon "aneh" berisi sampah yang dikirim ke negaranya.

"Kami merespons dengan tegas provokasi Korut, termasuk di pertemuan Dewan Keamanan yang kami ikuti pekan lalu," kata dia.

Hwang juga menambahkan bahwa Korsel siap mengadakan pertemuan Dewan untuk menanggapi provokasi yang dilakukan Korut.

Mengingat Korut menyebut Korsel sebagai musuh asing, Hwang mengatakan situasi di Korut semakin memburuk, tetapi tidak ada perubahan dalam dinamika Dewan Keamanan PBB. Dia juga mengatakan bahwa kebijakan dan retorika nuklir Korut menjadi lebih agresif dan berbahaya. Untuk itu, menurut dia, Korsel siap merespons retorika tersebut.

Utusan Korsel tersebut juga mengatakan bahwa sikap negaranya tidak berubah, dan menambahkan bahwa Korsel tetap terbuka untuk melakukan dialog dan negosiasi serta diplomasi tanpa prasyarat apapun.

Menanggapi pengiriman balon berisi sampah oleh Korut, Korsel mengumumkan rencana untuk menangguhkan perjanjian militer antar-Korea, yang ditandatangani pada 2018 untuk meredam ketegangan militer.

Pulihkan Aktivitas

Sementara itu dari Seoul dilaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Korsel pada Selasa (4/6) telah mengumumkan bahwa pihaknya akan memulihkan semua kegiatan militer di sepanjang garis demarkasi militer dan pulau-pulau di barat laut yang sempat dibatasi di bawah perjanjian militer antar-Korea 2018.

Direktur Senior Urusan Kebijakan Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Cho Chang-rae, mengumumkan bahwa pemerintah Korsel telah meloloskan pembatalan perjanjian militer antar-Korea 2018 dalam sidang kabinet pada Selasa, dan memutuskan untuk menghentikan segala isi dari perjanjian tersebut sampai hubungan antara kedua Korea pulih kembali.

Sebelumnya, Korut telah membatalkan perjanjian itu secara sepihak pada tanggal 23 November tahun lalu.

Penghentian perjanjian tersebut berarti menormalkan kembali segala bentuk tindakan militer di sekitar garis demarkasi militer, kepulauan Barat Laut yang hingga saat ini dibatasi oleh perjanjian tersebut. KBS/Ant/Anadolu/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.