Indonesia Menempati Urutan 33 Sebagai Negara Tujuan untuk Bekerja
📅 Rabu, 05 Jun 2024, 10:21 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Haryo Brono
JAKARTA - Indonesia menjadi negara yang dilirik para profesional dari luar negeri. Hasil survei yang dilakukan berjudul Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja, yang dirilis oleh Jobstreet by SEEK negeri ini menempati urutan ke-33 sebagai negara tujuan.
Dengan temuan survei hasil yang bekerjasama dengan bekerja sama dengan Boston Consulting Group, The Network, dan The Stepstone Group negeri tersebut artinya terjadi peningkatan sebesar 18 poin dari survei sebelumnya yang dilakukan pada 2020. Pada tahun itu peringkat Indonesia berada pada posisi ke-51.
"Jadi artinya Indonesia sekarang ini semakin diminati bagi pekerja dari luar Indonesia untuk bekerja di sini. Kenapa sih pengen ke Indonesia padahal kita saja ingin ke luar negeri?" ujar Sales Director - Indonesia, Jobstreet by SEEK Wisnu Dharmawan, dalam paparan survei tersebut di Jakarta Selasa (4/6).
Mereka sebagian besar profesional dari luar negeri memilih Indonesia karena budaya yang ramah dan inklusif (50 persen), kualitas hidup yang baik (50 persen), serta peluang yang terus berkembang pesat (50 persen). Selanjutnya lingkungan yang ramah bagi keluarga (46 persen), pendapatan pajak dan gaya hidup (45 persen).
Alasan lainnya adalah keselamatan, stabilitas dan keamanan (29 persen), proses visa dan izin kerja (26 persen, inovasi dan digitalisasi (22 persen). Layanan kesehatan (20 persen), dan peluang untuk mendapatkan kewarganegaraan (20 persen).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka pada profesional yang tertarik untuk bekerja di Indonesia berasal dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik seperti Malaysia, Singapura, dan India," ungkap Winus.
Para profesional dari Malaysia paling banyak berminat untuk bekerja di Indonesia (6 persen). Setelah Malaysia menyusul Singapura (3 persen), India (1 persen, Jerman (1 persen), Demark (1 persen), dan Filipina (1 persen).
Sebaliknya selain banyak profesional luar negeri yang ingin bekerja di Indonesia survei global yang mencakup 188 negara ini mewawancarai lebih dari 150,000 responden, tersebut juga menemukan 19,154 tenaga kerja Indonesia yang memberikan wawasan lokal mengenai lanskap ketenagakerjaan saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan survei tersebut, ditemukan bahwa 67 persen masyarakat Indonesia pada 2023 memiliki keinginan yang kuat untuk bekerja di luar negeri. Hal ini setara dengan rata-rata kawasan Asia Tenggara yang mencapai 68 persen.
"Meskipun angka ini menurun dari tingkat sebelum pandemi Covid-19 sebesar 82 persen pada tahun 2018, minat untuk bekerja di luar negeri tetap tinggi," papar Wisnu.
Selain itu, laporan eksklusif ini mengungkapkan bahwa para profesional Indonesia di bidang digitalisasi, data science, dan AI paling bersedia untuk pindah ke luar negeri untuk bekerja (81 persen). Tren ini diikuti oleh para profesional di bidang lainnya seperti teknik (77 teknik), profesi kreatif dan riset (76 persen), dan teknologi informasi (75 persen).
"Namun, para profesional di bidang pelayanan sosial dan admin menunjukkan minat yang lebih rendah untuk pindah ke luar negeri, karena sifat pekerjaan mereka yang lebih terlokalisasi," lanjutnya.
Di sisi lain, minat masyarakat Indonesia untuk melakukan pekerjaan internasional jarak jauh atau hibrida telah meningkat secara signifikan. Angkanya dari 55 persen pada 2020 menjadi 71 persen pada tahun 2023, atau meningkat sebesar 16 persen.
"Berbeda dengan tren global di mana individu muda lebih bersedia untuk bekerja di luar negeri, masyarakat Indonesia di berbagai tahap kehidupan dan usia menunjukkan minat yang sama dalam relokasi internasional," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!