Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Asia Tahun Ini Diproyeksikan Tumbuh 4,5%

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Asia Tahun Ini Diproyeksikan Tumbuh 4,5% Doc: ANTARA /Xinhua
Ket. Asia tetap menjadi mesin pertumbuhan utama dunia, dengan perekonomiannya diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,5 persen pada 2026, demikian menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA), Selasa (24/3).

BOAO - Asia tetap menjadi mesin pertumbuhan utama dunia, dengan perekonomiannya diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,5 persen pada 2026, demikian menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) pada Selasa (24/3).

Pangsa Asia dalam produk domestik bruto (PDB) global diproyeksikan akan terus meningkat, naik dari 49,2 persen pada 2025 menjadi 49,7 persen pada 2026 berdasarkan paritas daya beli, menurut laporan berjudul "Laporan Tahunan Prospek Ekonomi dan Progres Integrasi Asia 2026" (Asian Economic Outlook and Integration Progress Annual Report 2026).

Fondasi integrasi perdagangan Asia terus menguat, ungkap laporan tersebut, mengutip data bahwa ketergantungan perdagangan intra-regional naik tipis dari 56,3 persen pada 2023 menjadi 57,2 persen pada 2024, seiring ekonomi-ekonomi utama di kawasan itu semakin memperkuat hubungan perdagangan mereka satu sama lain.

"Tiongkok dan Asean terus menonjol sebagai dua penopang stabilitas kawasan ini," kata laporan tersebut.

Integrasi

Ekonomi-ekonomi Asia-Pasifik semakin beralih dari integrasi individu ke dalam rantai nilai global menuju model integrasi regional bersama, dengan banyak di antaranya naik ke jenjang rantai nilai yang lebih tinggi berkat dukungan dari dalam kawasan tersebut, lanjut laporan itu.

Kawasan ini juga terus menjadi destinasi utama di dunia bagi investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI), yang diakui karena ketahanannya, potensi pertumbuhannya, dan daya tarik jangka panjang bagi para investor global, dengan Tiongkok dan Asean memimpin sebagai destinasi paling menarik, papar laporan tersebut.

Di bidang teknologi, laporan tersebut menyebutkan bahwa pusat pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global secara bertahap bergeser dari Eropa dan Amerika Serikat (AS) menuju Asia.

"Dengan memanfaatkan populasi digital yang besar, ekosistem aplikasi yang beragam, dan kerangka kebijakan yang koheren, ekonomi-ekonomi Asia berkembang pesat dari sekadar pengikut AI menjadi pelopor," sebut laporan itu.

Didirikan pada 2001, BFA adalah organisasi internasional non pemerintah dan nirlaba yang berkomitmen untuk mendorong integrasi ekonomi regional dan mendekatkan negara-negara Asia pada tujuan pembangunan mereka.

Berlangsung dari 24 hingga 27 Maret, konferensi tahun ini mengusung tema bertajuk "Membentuk Masa Depan Bersama: Dinamika Baru, Peluang Baru, Kerja Sama Baru" (Shaping a Shared Future: New Dynamics, New Opportunities, New Cooperation).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.