Porselen, Koleksi yang Pernah Penyokong Ekonomi Dinasti Ming
📅 Senin, 03 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP
Jika ada benda seni yang paling diburu saat ini salah satunya adalah porselen Ming dari abad ke-15. Porselen yang dibuat saat Dinasti Ming berkuasa di Tiongkok antara tahun 1368-1644 masehi ini dulunya bahkan memiliki nilai perdagangan yang menyokong perekonomian.
Porselen berbeda dengan keramik. Porselen terbuat dari tanah liat putih sedangkan keramik terbuat dari tanah liat cokelat atau merah. Penampilan porselen tampak licin, transparan, dan tidak berpori. Sedangkan penampilan keramik terlihat sedikit kasar dan kusam.
Seperti halnya karya seni lainnya, Kekaisaran Ming mendapat manfaat ekonomi dari perdagangan porselen pada abad tersebut setelah permintaan akan benda tersebut melonjak karena kualitasnya baik di dalam maupun luar negeri.
Dinasti Ming terkenal dengan keramik terbaik dan khususnya porselen biru-putih kobalt yang diproduksi di kota-kota seperti Jingdezhen di Provinsi Jiangxi. Sampai saat ini bahkan karya kuno ini masih sangat dihargai oleh para kolektor.
Dalam perkembangannya porselen Ming memiliki pengaruh besar pada keramik di banyak negara lain mulai dari Jepang hingga Inggris. Meski demikian kualitasnya tidak dapat disamai karena sehingga biasanya dihargai lebih dari yang lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelebihan dari porselen dari Dinasti Ming adalah permukaannya yang halus, putihnya yang murni, dan kualitasnya yang tembus cahaya. Menggunakan campuran tanah liat dan mineral tertentu, proses pembakarannya menggunakan suhu yang sangat tinggi antara 1280-1400 derajat Celsius.
Sebenarnya porselen pertama kali diproduksi berabad-abad sebelumnya. Namun pada masa Dinasti Ming, kualitas porselen berkembang sangat pesat hingga mencapai tingkat kesempurnaan baru yang menarik bagi masyarakat dunia.
Pendorong pertama evolusi ini adalah pertumbuhan permintaan dalam negeri seperti keramik, bersama dengan kerajinan lain yaitu ukiran batu giok dan pernis. Porselen Ming akhirnya mulai menyaingi lukisan dan kaligrafi sebagai seni Tiongkok yang paling bernilai tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika kemakmuran ekonomi tumbuh di bawah pemerintahan Ming, maka orang-orang kaya berusaha untuk mengekspresikan status baru mereka. Caranya tidak hanya dengan memamerkan benda-benda seni tetapi juga menunjukkan pengetahuan mendalam tentang benda tersebut. Dengan demikian, keahlian berkembang dan akibatnya status sosial seniman rupa pun meningkat.
Jingdezhen telah menjadi terkenal sebagai pusat porselen Ming, tetapi ada kota tembikar lain yang memproduksi barang-barang berkualitas tinggi yaitu Dehua dan Foshan. Namun Jingdezhen adalah pusat pertama porselen berkat cadangan tanah liat lokal yang kaya dan produksi tembikarnya sudah ada sejak Dinasti Han (206 SM - 202 M).
Kota ini memproduksi bejana tembikar untuk kaisar pada masa Dinasti Tang antara 618-907 M. Berikutnya pada zaman Ming, kota ini telah menjadi salah satu pusat industri besar di Tiongkok dan mungkin salah satu yang paling awal di dunia yang mencapai hal tersebut skala produksi.
Istana kekaisaran adalah pelanggan utama, yang secara teratur membuat pesanan porselen dalam jumlah besar dari kota terpencil di selatan ini.
Pada periode pertama pemerintahan Ming, porselen biru-putih adalah yang paling berharga, seperti pada masa pemerintahan Mongol pada Dinasti Yuan (1215-1368 M). Warna biru (oksida kobalt yang bersumber dari Asia tengah, khususnya Iran) dilukis pada badan porselen dan kemudian ditutup dengan lapisan yang disebutYingqing.
Desain Dekoratif
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!