Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan CBP dari Produksi Dalam Negeri Perkuat Ketahanan Pangan

📅 Senin, 03 Jun 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pada kesempatan lain, peneliti ekonomi Celios, Nailul Huda, sepakat dengan pernyataan Bapanas terkait sumber cadangan beras pemerintah yang utama dari petani lokal. Tetapi pada kenyataannya, sering kali Bulog sebagai perwakilan negara dalam penyerapan beras, kalah saing dengan perusahaan swasta.

Pada akhirnya, stok CBP sering menipis dan pada akhirnya dilakukan impor beras untuk CBP. Jadi solusinya klasik, impor lagi, impor lagi. Maka harus dibenahi dahulu sistem di Bulognya.

Pembenahan itu, kata Huda, terutama sistem pemberian bantuan pangan yang selama ini mengandalkan beras impor. Itu sangat disayangkan sebab semestinya menggunakan hasil produksi petani sendiri. "Jadi yang bisa dilakukan adalah memperbaiki sistem penyerapan gabah/beras dari petani di mana saat ini harga pembelian pemerintah (HPP) menjadi ganjalan. Perubahan HPP dari fix menjadi range saya rasa bisa dilakukan," tegas Huda.

Saat ini, terangnya, pembelian gabah dari petani sering mentok dengan harga maksimal HPP yang berlaku. Padahal harga gabah sangat fluktuatif mengikuti kondisi pasar.

"Jika ada range, saya rasa bisa membuat Bulog lebih leluasa untuk menyerap gabah dari petani," katanya.

Dari Yogyakarta, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, menegaskan cara menggenjot produksi lokal ialah melalui penguatan kelembagaan petani. Kemudian, perluasan areal pertanian yang didukung dengan pemanfaatan teknologi. Terakhir, perlu memberi insentif bagi petani melalui kebijakan subsidi dan harga, perbaikan tata niaga dan distribusi hasil pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.