Riset: Program Kampung Iklim Mampu Kuatkan Budaya Lingkungan dan Bisnis Masyarakat Desa
📅 Sabtu, 01 Jun 2024, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation
Marcellinus Mandira Budi Utomo, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Levina Augusta Geraldine Pieter, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Rubangi Al Hasan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Pemerintah Indonesia berusaha menggandeng masyarakat untuk berperan langsung meredam dan beradaptasi dengan perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (Proklim). Per akhir 2022, Proklim dilaksanakan di sebanyak 4.715 lokasi yang tersebar di 34 Provinsi.
Proklim berfokus pada penggunaan potensi masyarakat setempat untuk mengatasi persoalan-persoalan bencana, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, dan pengembangan perekonomian lokal. Meski menyasar masalah lintas sektor, Proklim tetap dilaksanakan dengan pengawasan otoritas lingkungan hidup tingkat kabupaten kota.
Kegiatan dalam Proklim bisa mencakup beberapa aspek pembangunan berkelanjutan dan selaras dengan pengembangan desa. Sebagai contoh, upaya penghijauan hutan rakyat dengan tanaman aren dapat memperbaiki lingkungan serta merawat mata air. Pada saat yang sama, program ini juga membuka peluang ekonomi melalui produksi gula aren berbasis masyarakat.
Kami melakukan studi (dalam proses telaah) melalui diskusi grup terfokus, observasi lapangan, dan wawancara dengan responden kunci untuk mengamati dampak Proklim terhadap budaya masyarakat di empat lokasi di Ciamis, Jawa Barat selama tiga bulan. Lokasi riset dilakukan di empat dusun, yakni dusun Cinyenang, Desa Sidamulya; dan dusun Cikembang, Selacai, dan Cikananga di Desa Selamanik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Studi kami menemukan Proklim berhasil mengubah budaya masyarakat dalam kaitannya dengan lingkungan dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
Beragam dampak Proklim
Sejak perencanaan, Proklim melibatkan masyarakat setempat untuk memetakan potensi-potensi kampung untuk meredam dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Pemetaan dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup yang mengajak dusun dan desa untuk terlibat dalam Proklim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah partisipatif tersebut secara langsung menggerakkan masyarakat. Dalam pengamatan kami di semua dusun, Proklim meningkatkan kemahiran warga dalam berorganisasi sehingga mendukung pengawasan dan proses pembangunan di desa. Harapannya, pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat dan prosesnya menjadi lebih transparan.
Menariknya, kami menemukan kaum perempuan banyak berperan menjadi motor dalam berbagai kegiatan Proklim. Sebagai contoh di Dusun Cinyenang, Desa Sidamulya, Kecamatan Cisaga, Ciamis, Ibu Kepala Dusun Noneng menjadi orang yang membawahi berbagai kegiatan Proklim di dusun tersebut.
Di dusun Selacai dan Cikembang, kelompok perempuan menjalankan kegiatan bank sampah. Sementara, perempuan dusun Cinyenang, Cikananga dan Cikembang membentuk kelompok wanita tani (KWT) untuk menanam sayur mayur di lahan pekarangan dan kebun bersama.
Proklim juga telah membangun budaya peduli lingkungan. Kami mengamati empat dusun telah memiliki bank sampah sejak 2021 untuk mencegah sampah anorganik seperti plastik dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir. Bank sampah ini mengumpulkan sampah plastik warga untuk dijual kembali ke pengepul, seperti sampah botol minuman mineral.
Meskipun fasilitas yang ada hanya berupa pondok pengumpulan sampah, bank sampah efektif untuk mengelola sampah di tingkat dusun. Di dusun Cinyenang, sampah bekas wadah minuman kemasan diolah menjadi kerajinan tikar.
Lewat bank sampah ini, masyarakat juga menjadi lebih terbiasa dalam memberlakukan sampah sebagai barang yang bernilai ekonomi. Uang yang terkumpul dapat dipakai untuk kegiatan bersama maupun kepentingan penyetor sampah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!