Flu Burung di AS Menyebar ke Peternakan Alpaka
📅 Kamis, 30 Mei 2024, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ISTIMEWA
WASHINGTON - Pihak berwenang Amerika Serikat, pada Rabu (29/5), mengatakan kasus flu burung telah ditemukan pada sebuah peternakan alpaka (hewan menyusui dari Amerika Selatan yang menyerupai llama), ketika penyakit ini menyebar luas di antara sapi perah dan telah menginfeksi dua orang.
"Laboratorium Layanan Kedokteran Hewan Nasional AS mengkonfirmasi varian virus flu burung yang sangat patogen yang dikenal sebagai H5N1 terdeteksi di sebuah peternakan di Idaho, dan unggas yang terinfeksi telah disingkirkan pada bulan Mei," kata Departemen Pertanian AS atau United States Department of Agriculture (USDA).
"Deteksi ini tidak mengejutkan karena beberapa alasan, termasuk infeksi yang terjadi lebih awal di peternakan," kata departemen tersebut.
Dikutip dari The Straits Times, ini adalah pertama kalinya virus ini ditemukan pada alpaka, anggota keluarga unta yang berasal dari Andes dan dipelihara terutama untuk diambil bulunya.
Dalam beberapa pekan terakhir, varian H5N1 telah terdeteksi pada lebih dari 50 spesies hewan di AS, termasuk sapi perah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua orang yang bekerja di peternakan diketahui mengidap flu burung, meski gejalanya hanya ringan.
Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, mengatakan penilaian risikonya terhadap masyarakat masih rendah, namun mereka memperkirakan akan ada lebih banyak kasus.
Makin Khawatir
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ahli mengatakan mereka khawatir dengan semakin banyaknya mamalia yang tertular flu burung meskipun kasus pada manusia masih jarang terjadi.
Tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia saat ini, namun para pejabat kesehatan khawatir jika virus ini akhirnya menyebar luas, virus tersebut dapat bermutasi menjadi bentuk yang dapat menular antarmanusia.
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan telah menemukan potongan virus flu burung dalam sampel susu pasteurisasi.
Dilansir dari Medical Daily, virus tersebut ditemukan ketika lembaga-lembaga federal dan mitra negara bagian terus menyelidiki wabah infeksi H5N1 yang dilaporkan pada sapi perah di Amerika Serikat.
"Sebagaimana dicatat oleh USDA dan beberapa laporan pers dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dan sumber lainnya, keberadaan virus telah terdeteksi dalam susu mentah. Berdasarkan informasi yang ada, pasteurisasi kemungkinan besar akan menonaktifkan virus, namun prosesnya diperkirakan tidak menghilangkan keberadaan partikel virus," kata FDA.
FDA mengatakan beberapa sampel yang dikumpulkan telah menunjukkan adanya Influenza Burung Sangat Patogenik atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) menggunakan pengujian reaksi berantai polimerase kuantitatif (qPCR).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!