Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biodiesel B40 Diujicobakan untuk Alat dan Mesin Pertanian

📅 Kamis, 30 Mei 2024, 15:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Biodiesel B40 Diujicobakan untuk Alat dan Mesin Pertanian Doc: ANTARA/HO-Humas LEMIGAS
Ket. LEMIGAS Kementerian ESDM melakukan uji penggunaan bahan bakar minyak solar, yang dicampur 40 persen bahan bakar nabati (BBN) atau biodiesel B40 untuk alat dan mesin pertanian (alsintan).

JAKARTA - LEMIGAS Kementerian ESDM melakukan uji penggunaan bahan bakar minyak solar, yang dicampur 40 persen bahan bakar nabati (BBN) atau biodiesel B40 untuk alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kepala LEMIGAS Kementerian ESDM Mustafid Gunawan mengatakan proses uji cold startability itu bertujuan untuk menguji mampu nyala diesel penggerak traktor setelah didiamkan (soaking) pada temperatur rendah.

"Selama pengujian selama enam bulan yakni sejak 27 Mei sampai 27 November 2024, setiap hari bakal dilakukan monitoring terhadap temperatur lingkungan, kelembaban lingkungan, temperatur bahan bakar, dan temperatur oli," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/5).

Menurut dia, LEMIGAS berperan sebagai pelaksana uji yang dikoordinatori oleh Direktorat Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM serta pendanaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) .

Untuk lebih memastikan kinerja B40 pada alsintan, lanjut Mustafid, LEMIGAS bersama PT Yanmar Diesel Indonesia, PT Kubota Indonesia, dan PT Tri Ratna Diesel Indonesia, yang berkontribusi dalam mesin uji, serta PT Pertamina (Persero) dan Aprobi, yang berkontribusi dalam penyediaan bahan bakar, melakukan uji cold startability, sehingga masyarakat nantinya dapat merasakan performa yang maksimal dari B40.

Pengujian tersebut dilakukan menggunakan 10 unit mesin diesel penggerak traktor dari dua merek yang umum di pasaran.

Mustafid juga menjelaskan dalam uji cold startability, seluruh mesin traktor yang akan diuji tangkinya dikosongkan terlebih dahulu, lalu diisikan bahan bakar B40.

Setelah tangki terisi bahan bakar B40, mesin lalu dinyalakan selama 30 menit dan kemudian dilakukan hot startability sebelum di-soaking.

"Tahapan selanjutnya dilakukan soaking. Pada tahap ini mesin traktor dikelompokkan dan didiamkan selama enam bulan. Dilakukan pengecekan temperatur bahan bakar dan oli secara berkala," sebutnya.

Setelah melalui tahap soaking, selanjutnya tahap starting dengan penyalaan mesin secara paralel dan waktu penyalaan diukur dengan stopwatch.

"Setiap pengujian cold startability dilaksanakan, akan disaksikan secara bersama-sama oleh semua stakeholder, agar keterbukaan dan keberterimaan hasil uji tetap terjaga untuk menumbuhkan keyakinan akan kredibilitas mutu pengujian," ujar Mustafid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.