Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Peru Dituduh Lakukan Suap dalam Skandal Rolexgate

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 11:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Peru Dituduh Lakukan Suap dalam Skandal Rolexgate Doc: AFP
Ket. Presiden Peru Dina Boluarte menunjukkan jam tangan mewahnya saat konferensi pers di istana pemerintah setelah pernyataannya kepada kantor kejaksaan di Lima pada 5 April.

LIMA - Jaksa Agung Peru pada hari Senin (27/5) menuduh Presiden Dina Boluarte menerima suap dalam bentuk jam tangan Rolex, sebuah skandal korupsi terbaru yang mengguncang pemerintahannya.

Jaksa Agung Juan Carlos Villena mengatakan, menerima barang mewah dari gubernur sama saja dengan menerima suap.

Villena "mengajukan pengaduan konstitusional terhadap Dina Boluarte sebagai tersangka pelaku korupsi pasif," kata kantor kejaksaan di X (Twitter).

Skandal ini meletus pada bulan Maret dengan ditemukannya jam tangan mewah dan perhiasan Rolex milik sang presiden yang tidak diumumkan.

Boluarte mengatakan kepada jaksa bulan lalu bahwa jam tangan Rolex tersebut dipinjamkan oleh temannya, gubernur wilayah Ayacucho, Wilfredo Oscorima. Dia sedang diselidiki atas dugaan "korupsi pasif" karena menerima keuntungan yang tidak pantas dari pejabat publik.

Tuduhan Jaksa Agung yang diajukan ke Kongres tidak bisa dianggap sebagai dakwaan karena presiden mempunyai kekebalan saat berkuasa.

Komite Kongres saat ini harus memperdebatkan tuduhan tersebut sebelum seluruh anggota DPR melakukan hal yang sama. Pada akhirnya, pengadilanlah yang akan memutuskan apakah akan mengadilinya setelah masa jabatannya berakhir pada Juli 2026.

Presiden, yang memiliki tingkat persetujuan sebesar 12 persen menurut jajak pendapat Ipsos, tidak memiliki atau memimpin sebuah partai di kongres, sehingga mengharuskannya untuk mendapatkan dukungan dari kelompok konservatif.

Peru mengalami ketidakstabilan politik yang kronis dan dalam delapan tahun terakhir telah memiliki enam presiden.

Boluarte mulai menjabat pada Desember 2022, menggantikan presiden sayap kiri Pedro Castillo, yang dimakzulkan dan dipenjara karena gagal membubarkan Kongres. Dia adalah wakil presidennya.

Pada 2023, jaksa penuntut membuka penyelidikan di mana Castillo dituduh melakukan "genosida, pembunuhan dan cedera serius," atas kematian lebih dari 50 pengunjuk rasa selama tindakan keras terhadap demonstrasi yang menuntutnya mengundurkan diri dan mengadakan pemilihan umum baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.