Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Didesak Segera Implementasikan Kebijakan 'Net Zero Emission'

📅 Senin, 27 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Didesak Segera Implementasikan Kebijakan 'Net Zero Emission' Doc: ISTIMEWA
Ket. FABBY TUMIWA Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) - Intensitas emisi karbon rendah dari penyediaan energi kita merupakan daya tarik investasi asing dan domestik, dan Indonesia butuh lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI) untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

JAKARTA - Pemerintah didesak lebih serius mengimplementasikan kebijakan net zero emission (NZE) dengan mempercepat transisi ke energi baru terbarukan (EBT), penghematan energi dan kerja sama global melalui perencanaan transisi energi yang berkeadilan.

Demikian salah satu rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) kelima PDI Perjuangan yang disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, sebelum penutupan acara tersebut di Jakarta, Minggu (26/5).

"Rakernas V juga mendesak pemerintah untuk menghentikan deforestasi dengan moratorium alih fungsi lahan hutan dan penggundulan hutan serta mendorong reforestasi lahan hutan yang terdegradasi, termasuk ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, padang lamun, dan lanah berlumpur di sepanjang pantai," kata Puan.

Desakan itu disampaikan setelah mencermati bahwa persoalan pemanasan global telah menciptakan kerusakan ekologi berupa kenaikan suhu bumi, kekeringan ekstrem, banjir dan tanah longsor, serta kepunahan keanekaragaman hayati.

Begitu juga dengan badai, tenggelamnya pulau-pulau kecil dan intrusi air laut, serta dampak sosial berupa krisis pangan dan kelaparan, krisis air, wabah penyakit, dan berbagai dampak sosial lainnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyampaikan apreasiasi atas dorongan untuk segera mengimplementasikan transisi energi dan penurunan deforestasi menuju NZE guna mencegah memburuknya pemanasan global.

Salah satu faktor penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, jelas Fabby, adalah dengan mengintegrasikan pembangunan rendah karbon, pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca dari perubahan tata guna lahan sebagai kuncinya.

"Intensitas emisi karbon rendah dari penyediaan energi kita merupakan daya tarik investasi asing dan domestik, dan Indonesia butuh lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI) untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi," papar Fabby.

Dia pun menyarankan agar PDIP lewat wakil-wakil mereka di DPR mendorong transisi energi, salah satunya mengejar bauran energi terbarukan minimal 40 persen pada 2030.

Sesuai amanat rakernas, maka para kader PDIP di legislatif dan pemerintahan harus menolak upaya-upaya untuk memperpanjang kebergantungan Indonesia pada energi fosil dan menurunkan target pencapaian energi terbarukan.

"Saya juga mendukung agar DPRD serta para kepala daerah di provinsi-provinsi di mana PDIP menjadi mayoritas agar menyelaraskan rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan RPJMD dengan hasil rakernas tersebut," kata Fabby.

Sebagai langkah konkret dari pelaksanakan rekomendasi rakernas, Fraksi PDIP di DPR RI diminta mendesak pemerintah untuk memensiunkan secara dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tua sebelum 2030 dengan menggunakan skema energy transition mechanism (ETM). Selain itu, harus mempercepat pembangunan pembangkit energi terbarukan untuk mencapai bauran minimal 40 persen pada 2030 mendatang.

Penguatan Peran

Dihubungi pada kesempatan terpisah, pengamat politik sekaligus Wakil Rektor Tiga Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan rekomendasi tersebut merupakan bentuk penguatan peran dan keberpihakan PDIP terhadap isu lingkungan dan energi yang perlu dan segera mendapat perhatian serius pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.