Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Masa Depan Finlandia yang Membuat Makanan dari Udara

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Masa Depan Finlandia yang Membuat Makanan dari Udara Doc: AFP/Alessandro RAMPAZZO
Ket. Pertanian Seluler | Seorang teknisi sedang memantau proses bioreaktor di perusahaan Solar Foods di Vantaa, Finlandia, pada awal Mei lalu. Solar Foods adalah salah satu perusahaan masa depan yang telah berhasil menciptakan bubuk kaya protein yang dapat digunakan sebagai pengganti susu dan telur melalui pertanian seluler secara berkelanjutan. 

Di sebuah pabrik di Finlandia, para petani masa depan akan membuat protein makanan baru dengan memberikan udara dan listrik kepada mikroba. Cara ini membuktikan bahwa protein dapat diproduksi tanpa pertanian tradisional.

Peternakan adalah salah satu penyebab utama emisi gas rumah kaca, penyebab utama pemanasan global. Oleh karena itu pertanian seluler, dimana pangan atau nutrisi ditanam dari kultur sel, semakin dipandang sebagai alternatif ramah lingkungan dibandingkan peternakan hewan.

Daging, telur, dan susu yang dihasilkan di laboratorium telah menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir, karena para ilmuwan menggunakan kultur sel hewan, sebuah proses yang dikritik oleh beberapa orang karena prosesnya yang tidak alami, melewati banyak proses, memakan energi, dan mahal.

Namun di pabrik Solar Foods yang baru dibuka di luar Helsinki, para ilmuwan menggunakan teknologi baru untuk menumbuhkan protein dari sel menggunakan udara dan listrik. Dengan memberi makan mikroba dengan karbon dioksida, hidrogen dan beberapa mineral, serta menggerakkan proses tersebut dengan listrik dari sumber terbarukan, perusahaan tersebut telah berhasil menciptakan bubuk kaya protein yang dapat digunakan sebagai pengganti susu dan telur.

"Kami dapat memperoleh bahan baku utama untuk mikroba dari udara," kata kepala eksekutif Solar Foods, Pasi Vainikka, kepadaAFP, saat ia menemani tur ke sekeliling fasilitas baru perusahaan tersebut di dekat Helsinki. "Kami telah memulai produksi protein paling berkelanjutan di dunia," ungkap dia.

Didirikan oleh Vainikka dan Juha-Pekka Pitkanen pada April 2017, Solar Foods mengklaim sebagai pabrik pertama di dunia yang menanam makanan dari udara.

"Sebagian besar protein hewani saat ini sebenarnya dapat diproduksi melalui pertanian seluler dan kita dapat membiarkan lahan pertanian kembali liar dan dengan demikian membangun cadangan karbon," kata Vainikka, mengacu pada proses dimana hutan dan tanah menyerap dan menyimpan karbon.

Satu kilo protein baru yang dijulukisolein, mengeluarkan gas rumah kaca 130 kali lebih sedikit dibandingkan jumlah protein yang sama yang dihasilkan oleh produksi daging sapi di Uni Eropa, menurut sebuah studi ilmiah pada 2021.

Vainikka lalu mengarahkan reporterAFPmelalui laboratorium pabrik dan masuk ke ruang kendali, tempat selusin orang di layar komputer memantau proses produksi. "Mereka adalah petani masa depan kita," kata Vainikka.

Transformasi produksi dan konsumsi pangan merupakan inti dari upaya memerangi krisis iklim dan mencegah hilangnya keanekaragaman hayati, menurut Emilia Nordlund, kepala penelitian bioteknologi industri dan pangan di VTT Technical Research Centre. Namun proyeksi saat ini menunjukkan konsumsi daging diperkirakan akan meningkat di tahun-tahun mendatang.

"Produksi pangan industri, khususnya produksi peternakan, adalah salah satu penyebab terbesar emisi gas rumah kaca (dan) penyebab terbesar hilangnya keanekaragaman hayati, eutrofikasi (pencemaran air yang terjadi akibat meningkatnya kadar mineral dan nutrisi, termasuk nitrogen dan fosfor di dalam perairan), dan penggunaan air tawar secara berlebihan," tutur dia.

"Sementara teknologi produksi pangan baru dapat membantu mengurangi emisi dan mendesentralisasikan dan mendiversifikasi produksi pangan. Namun, pada saat yang sama, kita harus meningkatkan metode produksi pangan yang ada agar lebih berkelanjutan dan berketahanan," tutur Nordlund.

Lambatnya Kemajuan

Beberapa pusatstart-uppaling aktif yang berfokus pada pertanian seluler saat ini berada di Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, Belanda dan Israel, kata Nordlund.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.