Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fungsi Alam Sebagai Modal Dasar Pembangunan dalam Ancaman Serius

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 01:19 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Fungsi Alam Sebagai Modal Dasar Pembangunan dalam Ancaman Serius Doc: istimewa

JAKARTA - Paradoks air di Indonesia saat ini dinilai sangat mengkhawatirkan. Di beberapa wilayah mengalami kekeringan parah, sementara wilayah lainnya menghadapi bencana banjir. Oleh karena itu, pelestarian sumber air dengan memanfaatkan alam menjadi salah satu solusi.

Deputi bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas), Vivi Yulaswati, menyampaikan bahwa alam dapat dimanfaatkan untuk pelestarian sumber air.

"Degradasi lingkungan berisiko besar terhadap ketahanan sistem pangan, energi, dan air yang merupakan modal utama kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi," kata Vivie dalam sesi diskusi panel di World Water Forum ke-10 2024, di Badung, Bali, Kamis (23/5).

Dalam pemaparannya, dia menyoroti pentingnya menjaga fungsi alam sebagai modal dasar pembangunan, yang saat ini berada dalam ancaman serius. Vivie menyampaikan bahwa krisis iklim, deforestasi, dan pencemaran sumber daya alam memerlukan tindakan segera dan komprehensif.

Konservasi sumber daya air tidak hanya mencakup penghematan air, tetapi juga pengelolaan permintaan, optimalisasi sumber daya air permukaan, dan peningkatan kapasitas penyimpanan. Dia menganjurkan strategi manajemen permintaan seperti penggunaan peralatan hemat air dan mendorong perubahan perilaku guna mengurangi penggunaan air secara signifikan.

Optimalisasi sumber daya air permukaan, katanya, harus melibatkan pemanfaatan sungai, danau, dan infrastruktur pemanenan air hujan, serta pengembangan proses desalinasi air laut yang akan digunakan untuk irigasi dan air minum. Kemudian, peningkatan kapasitas penyimpanan dapat dicapai melalui rehabilitasi daerah tangkapan air dan pembangunan infrastruktur seperti bendungan dan sistem penyimpanan bawah tanah.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Herlina Hartanto, mengatakan Indonesia bisa berbagi pembelajaran dengan negara-negara lain dalam melestarikan sumber-sumber air melalui penerapan strategi solusi berbasis alam ini.

"Sumber daya alam di Indonesia sangat kaya, dan bila dilindungi dan dikelola dengan baik, dapat menjadi senjata bagi kita dalam menghadapi berbagai tantangan dan tekanan terhadap sumber daya air," ujarnya.

Penerapan Solusi Berbasis Alam akan memberikan dampak positif bukan saja untuk sumber daya air, tetapi juga untuk iklim, keanekaragaman hayati, dan masyarakat.

Kendati demikian, kolaborasi dan komitmen multipihak diperlukan dalam pengelolaan dan perlindungan wilayah hutan hujan tropis, lahan gambut, mangrove, serta wilayah perairan, dan mempercepat proses replikasi keberhasilan dalam melestarikan sumber air.

Ekspansi Tambang

Direktur Celios, Bhima Yudisthira, yang diminta pendapatnya, menegaskan penyebab utama krisis air di beberapa wilayah adalah ekspansi bisnis ekstratif khususnya tambang. Ekspansi tersebut memicu degradasi ekologi di sejumlah daerah.

Di Halmahera dan Morowali, misalnya, kualitas air di hilir sungai memburuk karena izin tambang nikel. Beberapa wilayah lain terancam dengan adanya proyek tambang panas bumi.

"Di sini masalahnya dokumen analisis dampak lingkungan amdal sering kali hanya formalitas," tegas Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.