Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknologi Starlink Berhasil Diuji Coba untuk Panggilan Video antar Ponsel

📅 Kamis, 23 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Teknologi Starlink Berhasil Diuji Coba untuk Panggilan Video antar Ponsel Doc: Istimewa
Ket. Seorang karyawan menghubungkan ponsel cerdas mereka ke satelit seluler Starlink SpaceX, yang mengorbit planet ini ratusan kilometer jauhnya. Meski berjauhan, smartphone tersebut mampu menjalin koneksi dan mengakses fitur panggilan video X.

WASHINGTON - Saat ini, sistem Starlink dari SpaceX untuk telepon seluler masih dalam tahap pengujian, tetapi teknologinya sudah cukup baik untuk menjalankan panggilan video.

Pada hari Selasa (21/5), perusahaan Elon Musk ini berhasil melakukan uji coba panggilan video ponsel yang diposting ke X. "Panggilan video pertama di X diselesaikan melalui satelit Starlink Direct to Cell dari ponsel yang tidak dimodifikasi!" tulis SpaceX dalam tweetnya.

Demo tersebut tampaknya berlangsung di kantor perusahaan di Redmond, Washington. Seorang karyawan menghubungkan ponsel cerdas mereka ke satelit seluler Starlink SpaceX, yang mengorbit planet ini ratusan kilometer jauhnya. Meski berjauhan, smartphone tersebut mampu menjalin koneksi dan mengakses fitur panggilan video X.

Dilansir oleh PC Mag, tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.

Panggilan yang dihasilkan mampu mengirimkan rekaman video melalui jaringan seluler Starlink, meskipun kualitas gambarnya agak berbintik dan klipnya pendek. Namun demikian, telepon memulai panggilan dengan smartphone kedua yang terhubung ke jaringan seluler tradisional.

Menurut Direktur Senior SpaceX, Ben Longmier, perusahaan tersebut melakukan demo setelah SpaceX baru-baru ini meningkatkan jumlah satelit seluler Starlink dari enam pada Januari menjadi 38 pada minggu lalu. Pengujian sebelumnya yang dilakukan pada bulan Maret menunjukkan bahwa teknologi seluler Starlink dapat memberikan kecepatan unduh hingga 17 Mbps ke ponsel Android yang tidak dimodifikasi.

SpaceX berencana meluncurkan layanan seluler Starlink akhir tahun ini kepada pelanggan T-Mobile, memungkinkan mereka menerima konektivitas di wilayah terpencil, ketika menara seluler tradisional tidak terlihat. Satelit perusahaan pada dasarnya akan bertindak sebagai menara seluler di luar angkasa yang dapat mengirimkan pesan teks, suara, dan data ke pengguna.

SpaceX masih perlu menunggu persetujuan Federal Communications Commission sebelum dapat meluncurkan layanannya di AS. Ada kemungkinan perusahaan tersebut merilis demo panggilan video untuk membantu meyakinkan regulator AS agar mengizinkan penggunaan komersial teknologi tersebut.

Namun, saingannya, Omnispace, mengklaim sistem Starlink seluler SpaceX menghasilkan interferensi radio, dengan alasan hal itu berisiko mengganggu layanan satelit lainnya. Jumat lalu, Omnispace mendesak FCC untuk campur tangan dan memaksa SpaceX menghentikan pengujiannya. Sejauh ini, FCC menolak berkomentar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.