Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ini Penyebab Suhu Udara Terasa Gerah di Indonesia

📅 Rabu, 15 Mei 2024, 17:26 WIB | Oleh:
Ternyata Ini Penyebab Suhu Udara Terasa Gerah di Indonesia Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Ilustrasi - Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pantauan suhu udara di Kantor BMKG, Jakarta, Senin (6/5).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena panas dan gerah yang sekarang terjadi di Indonesia dipicu oleh faktor pemanasan permukaan sebagai dampak dari mulai berkurangnya awan dan curah hujan."Fenomena panas saat ini bukanlah gelombang panas," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo dalam forum diskusi Denpasar 12 yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Eko menuturkan kondisi gerah yang sekarang dirasakan masyarakat Indonesia merupakan salah satu hal umum yang terjadi pada periode peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Menurutnya, peralihan musim itu menciptakan dampak pemanasan permukaan dan kelembaban yang masih relatif tinggi.

"Kami mencatat beberapa suhu ekstrem yang sempat terjadi di beberapa wilayah hanya saja tidak ada yang melebih angka 37 derajat Celcius," kata Eko.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa wilayah Indonesia yang terletak di sekitar ekuator dengan kondisi geografis kepulauan dan dikelilingi perairan yang sangat luas membuat negara ini tidak merasakan efek gelombang panas.

Karakteristik dinamika atmosfer Indonesia berbeda dengan daerah yang berada di wilayah lintang tengah dan lintang tinggi. Wilayah Indonesia juga memiliki variabilitas perubahan cuaca yang sangat cepat.

"Perbedaan ini menjadikan wilayah Indonesia tidak mengenal fenomena gelombang panas," papar Eko.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Didi Setiadi memaparkan bahwa gelombang panas adalah fenomena suhu ekstrem yang bertahan selama beberapa hari di suatu tempat.

Gelombang panas disebabkan oleh sistem tekanan tinggi akibat gelombang atmosfer Rossby menyebabkan udara bergerak ke bawah, sehingga udara panas di tempat itu cenderung terjebak seperti di dalam oven.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.