Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi: Aktivitas Sesar Naik Busur Flores Memicu Gempa Bumi di Lombok

📅 Rabu, 15 Mei 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Geologi: Aktivitas Sesar Naik Busur Flores Memicu Gempa Bumi di Lombok Doc: ANTARA/Laman BMKG
Ket. Ilustrasi gempa.

Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan aktivitas sesar naik busur Flores menjadi pemicu gempa bumi merusak berkekuatan 5,5 magnitudo yang terjadi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Mekanisme sesar naik berarah barat hingga timur dengan sudut landai," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Gempa bumi yang terjadi hari ini pada pukul 16.11 WITA berpusat di Selat Lombok dengan koordinat 8,4 lintang selatan dan 116,03 bujur timur. Episentrum gempa berjarak sekitar 23 kilometer utara barat laut Kota Mataram pada kedalaman 10 kilometer.

Badan Geologi mencatat bahwa zona sesar naik busur belakang Flores telah beberapa kali mengakibatkan kejadian gempa bumi merusak terhitung pada tahun 1979, 2004, 2013, 2016, dan 2018.

Sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi sebagian besar terletak dalam kawasan rawan bencana gempa bumi menengah hingga tinggi.

Menurut data Badan Geologi pantai di Pulau Lombok tergolong rawan bencana tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari tiga meter.

Kondisi geologi Pulau Lombok secara umum tersusun oleh morfologi dataran pantai dan pada bagian tengah merupakan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.

Daerah terlanda gempa bumi tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C). Batuannya tersusun oleh batuan berumur tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunung api, serta endapan kuarter berupa endapan aluvial pantai, aluvial sungai, dan batuan rombakan gunung api muda.

Sebagian batuan berumur tersier dan batuan rombakan gunung api muda telah mengalami pelapukan. Batuan berumur tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan kuarter bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

"Bangunan di Pulau Lombok harus dibuat menggunakan konstruksi tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.