Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepala BKKBN Tegaskan Pemberdayaan Perempuan Kunci Atasi Kemiskinan Ekstrem

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 14:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BKKBN Tegaskan Pemberdayaan Perempuan Kunci Atasi Kemiskinan Ekstrem Doc: antarafoto
Ket. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menegaskan pemberdayaan perempuan merupakan kunci mengatasi kemiskinan ekstrem.

"Pengalaman saya menjadi Bupati di Kulon Progo, daerah yang miskin ekstrem selalu diwarnai janda-janda tua dan fakir miskin. Jadi kemiskinan ekstrem itu datang dari janda-janda tidak produktif, sehingga pemberdayaan perempuan menjadi visi ke depan agar perempuan-perempuan yang masuk ke aging population (populasi menua) itu produktif," katanya di Jakarta, Selasa (14/5).

Hasto menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kemitraan BKKBN dan Kick-Off Bakti TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan tahun 2024.

Ia menegaskan pengarusutamaan gender sangat bermakna bagi pembangunan. "Makna mengarusutamakan gender itu sangat penting, pembangunan berbasis perempuan sangat bermakna bagi kita," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) apabila ingin meraih Indonesia Emas 2045.

"Indonesia Emas harus bebas dari kelaparan dan stunting, dan jangan lupa angka kematian ibu juga kematian bayi. Kematian ibu 70 paling tinggi targetnya di tahun 2023, tetapi hari ini angka kematian ibu masih 189 per 100.000 ibu melahirkan," ucapnya.

Ia juga menyampaikan saat ini Indonesia telah sukses menurunkan angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,18, dimana rata-rata perempuan saat ini melahirkan jumlah anak sebanyak dua orang. Namun yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah angka tersebut belum merata di seluruh provinsi.

"Rata-rata perempuan melahirkan dua anak, karena banyak orang yang usia kawinnya lebih tua sedikit, sehingga fertility-nya pendek, tetapi ini tidak merata. Di Jawa sudah bagus, tetapi yang di Sumatera rata-rata masih lebih dari dua, NTT, Maluku, juga masih banyak," paparnya.

Ia juga menegaskan persentase kawin di usia muda secara nasional sudah menurun. "Hari ini hanya 19-20 setiap 1.000 orang yang kawin di usia muda," katanya.

Hasto juga mengingatkan kepada para perempuan agar menghindari empat terlalu (4T) yakni terlalu muda menikah, terlalu tua hamil, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu sering melahirkan.

Menurutnya, perempuan yang hamil di atas usia 35 tahun lebih rentan terhadap risiko kesehatan sehingga berpotensi melahirkan bayi stunting.

"BKKBN memang punya program pendewasaan usia pernikahan, tetapi juga jangan terlalu dewasa, karena jomblo terlalu lama itu bahaya juga, maka menikahlah di usia 25-35 tahun agar anak tidak lahir stunting," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.