Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kaledonia Baru Umumkan Jam Malam Pasca-kerusuhan terkait Reformasi Pemilu

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 14:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaledonia Baru Umumkan Jam Malam Pasca-kerusuhan terkait Reformasi Pemilu Doc: Abc.net.au/Theo Rouby
Ket. Setidaknya dua dealer mobil dan sebuah pabrik pembotolan di ibu kota Noumea dibakar dalam kerusuhan yang meletus pada Senin.

NOUMEA -Kaledonia Baru mengumumkan jam malam pada hari Selasa (14/5) dan larangan pertemuan publik setelah protes terhadap usulan reformasi pemungutan suara di wilayah Pasifik Perancis meletus menjadi kerusuhan semalam, kendaraan dibakar dan toko-toko dijarah.

Setidaknya dua dealer mobil dan sebuah pabrik pembotolan di ibu kota Noumea dibakar dalam kerusuhan, menurut jurnalis AFP yang menyaksikan. Beberapa supermarket juga dijarah di Noumea dan kota-kota tetangga Dumbea dan Mont-Dore.

Kerusuhan meletus pada hari Senin (13/5) dilatarbelakangi reformasi konstitusi yang sedang diperdebatkan di majelis nasional di Paris dan bertujuan untuk memperluas jumlah pemilih dalam pemilihan provinsi di wilayah tersebut.

Sekelompok pengunjuk rasa mengambil alih beberapa bundaran dan menghadapi polisi yang membalas dengan tembakan yang tidak mematikan, sementara komisaris tinggi wilayah tersebut mengatakan ada tembakan yang dilepaskan ke arah pasukan keamanan selama kerusuhan.

Pada hari Selasa, jalan-jalan di Noumea dipenuhi bekas bentrokan antara polisi dan perusuh. Lalu lintas diblokir oleh mobil-mobil yang terbakar dan tumpukan ban yang berasap.

"Kantor polisi terdekat terbakar dan sebuah mobil juga terbakar. Di depan rumah saya, terdengar teriakan dan ledakan tanpa henti. Saya merasa seperti sedang berperang," kata Sylvie, yang keluarganya tinggal di Kaledonia Baru selama beberapa generasi.

"Kita sendirian. Siapa yang akan melindungi kita?" katanya kepada AFP, meminta untuk diidentifikasi hanya dengan nama depannya.

Sebanyak 36 orang ditangkap dan 30 petugas polisi terluka, menurut pihak berwenang, yang juga mengumumkan jam malam pada hari Selasa dan larangan pertemuan publik.

Tidak ada kasus kematian yang dilaporkan.

"Saya tidak bisa bicara," kata Joelle Vincent, pemilik bisnis supermarket. "Saya kecewa dan muak."

Pemadam kebakaran mencatat hampir 1.500 panggilan dan menghitung sekitar 200 kejadian kebakaran dalam kerusuhan semalam.

Setidaknya dua dealer mobil dan sebuah pabrik pembotolan di ibu kota Noumea dibakar dalam kerusuhan tersebut, kata jurnalis AFP.

Bersebelahan

Meskipun situasi tampak lebih tenang di beberapa bagian Noumea pada hari Selasa, masih terjadi bentrokan di pinggiran kota, sebuah supermarket dijarah setelah dirusak pada malam hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.