Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Thebes, Pusat Keagamaan pada Zaman Mesir Kuno

📅 Senin, 13 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Thebes, Pusat Keagamaan pada Zaman Mesir Kuno Doc: afp/ Amir MAKAR

Kota Thebes yang telah menjadi reruntuhan, dulunya adalah pusat keagamaan pada zaman Mesir kuno. Kota ini dipercaya dilindungi oleh Amun, dewa udara dalam mitologi bangsa itu.

Kepercayaan pada zaman Mesir kuno menyembah Amon atau Amun, kombinasi dari dewa-dewa sebelumnya yaitu Atum dan Ra. Nama suci dari Dewa Amun adalah P-Amin atau Pa-Amin yang berarti "tempat tinggal Amin".

Thebes merupakan kota kuno di Mesir yang hidup pada masa Kerajaan Baru antara 1570-1069 sebelum masehi (SM). Kota ini menjadi pusat pemujaan penting terhadap Dewa Amun. Namanya berasal dari kata Wase atau Wo'se yang berarti kota, da Usast atau Waset yang berarti kota selatan.

Thebes dibangun di kedua sisi Sungai Nil dengan kota utama di tepi timur dan pekuburan luas di tepinya barat. Menurut laman World History, posisi Thebes yang berada di tepi sungai ini dirujuk dalam kitab Nahum 3:8. Disebutkan bahwa Thebes yang besar yang terletak di antara sungai-sungai dan perairan di sekitarnya tidak aman dari bencana oleh murka Tuhan.

Sementara orang Yunani menyebutnya Thebes dengan Thebai dari bahasa Yunani Koptik Ta-opet, sebuah nama Kuil Karnak yang agung. Nama ini kemudian menjadi Thebes untuk kemudahan dalam mengingatnya.

Kota ini mencakup wilayah seluas 93 kilometer persegi dan terletak sekitar 675 kilometer di selatan Kairo modern. Di zaman modern, Luxor dan Karnak menempati situs Thebes kuno, dan wilayah sekitarnya memiliki beberapa situs arkeologi terpenting di Mesir seperti Lembah Para Raja, Lembah Para Ratu, Ramesseum (kuil Ramses II), kuil Ramses III, dan kompleks kuil megah Ratu Hatshepsut.

Thebes menonjol pada 3200 SM sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya popularitas pemujaan terhadap Dewa Amun dan dikenal karena kekayaan dan kemegahannya. Pada abad ke-8 SM, lama setelah Thebes mengalami hari-hari yang lebih baik, penyair Yunani, Homer masih menulis tentang kota ini dalam karyanya, Iliad.

"Di Thebes, Mesir, tumpukan batangan berharga berkilau, Thebes yang memiliki seratus gerbang dan orang-orang Yunani akan menyebut kota itu sebagai Diospolis Magna (Kota Besar Para Dewa)," tulis dia.

Selama Periode Amarna (1353-1336 SM), Thebes adalah kota terbesar di dunia dengan populasi sekitar 80.000 orang. Pada saat yang sama, Akhenaten memindahkan ibu kota dari Thebes ke Kota Akhetaten yang dibangun secara adat untuk secara dramatis memisahkan pemerintahannya dari para pendahulunya.

Putra Amarna yaitu Tutankhamun, mengembalikan ibu kota ke Thebes setelah ia naik takhta. Para pendeta Amun yang berkuasa mengkonsolidasikan kekuasaan mereka hingga pada titik di mana, pada masa dinasti ke-20 (1190-1069 SM), mereka mampu memerintah sebagai firaun dari kota tersebut.

Thebes tetap menjadi pusat pemujaan dan tempat ziarah penting sepanjang sejarah Mesir, bahkan setelah ibu kota dipindahkan ke Per-Ramesses (dekat kota tua Avaris) oleh Ramesses II (1279-1213 SM). Selama Periode Ramessid, para pendeta Amun memerintah dari Thebes sedangkan firaun memerintah dari Per-Ramesses.

Pada masa Kerajaan Lama (2316-2181 SM), kota ini merupakan pos perdagangan kecil di Mesir Hulu, yang dikendalikan oleh klan lokal. Selama Periode Menengah Pertama (2181-2040 SM), kekuasaan raja dipusatkan di Memphis hingga para penguasa memindahkan ibu kota ke Herakleopolis.

Namun, tindakan-tindakan pemindahan tersebut sama tidak efektifnya dengan yang dilakukan di ibu kota lama. Kegagalan ini mendorong para hakim lokal di Thebes untuk bangkit melawan pemerintah pusat. Para penguasa Thebes lalu mengobarkan perang dengan raja-raja Herakleopolis untuk mendapatkan supremasi dan menyatukan wilayah di bawah satu pemerintahan.

Mentuhotep II (2061-2010 SM), seorang pangeran Thebes, akhirnya menang pada sekitar 2055 SM mengalahkan raja-raja Herakliopolitan dan menyatukan Mesir di bawah pemerintahan Thebes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Dengan OTP 94.3%, Garuda In...
Ekonomi
Bapanas: Realisasi Distribu...

Sentimen Negatif Dominan, 14 Juli 2026

59 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Sentimen Negatif Dominan, 1...

Laporta Tegaskan Raphinha Bertahan di Barcelona

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Laporta Tegaskan Raphinha B...
Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.