Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thebes, Pusat Keagamaan pada Zaman Mesir Kuno

📅 Senin, 13 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Kemenangan Mentuhotep II meninggikan dewa-dewanya dan, yang paling utama di antara mereka, Amun, melampaui dewa-dewa Mesir Hilir. Dewa ini bertumbuh dari dewa kesuburan setempat menjadi makhluk tertinggi dan pencipta alam semesta.

Amun adalah kombinasi dari Atum, dewa pencipta, dan Ra, dewa matahari. Karena penguasa tertinggi ini berdiri di bumi kering pertama pada awal penciptaan, Thebes dianggap sebagai tempat sucinya di bumi.

Pemujaan terhadap Amun memunculkan trinitas atau tritunggal yang dikenal sebagai triad Thebes Amun, Mut, dan Khons (juga dikenal sebagai Khonsu). Di Mesir, mereka disembah di kota selama berabad-abad.

Amun mewakili matahari dan kekuatan kreatif. Mut adalah istrinya yang dilambangkan sebagai sinar matahari dan mata yang melihat segalanya. Sedangkan Khons adalah bulan, putra Amun dan Mut, yang dikenal sebagai Khons yang Maha Penyayang, pemusnah roh jahat dan dewa penyembuhan.

Popularitas dewa-dewa ini mengarah langsung pada perkembangan, kekayaan, dan status Thebes. Pembangunan Kuil Karnak, yang didedikasikan untuk pemujaan tiga serangkai, dimulai sekitar waktu ini (2055 SM), dan kuil tersebut akan terus bertambah besar dan megahnya selama 2.000 tahun berikutnya seiring dengan semakin banyaknya detail yang ditambahkan.

Ini tetap menjadi bangunan keagamaan terbesar yang pernah dibangun di dunia. Para pendeta Amun, yang mengatur upacara di kuil, pada akhirnya akan tumbuh begitu kuat hingga mengancam otoritas firaun dan, pada Periode Menengah Ketiga (1069-525 SM) para pendeta Amun akan memerintah Mesir Hulu dari Thebes.

Keluarga Hyksos

Status Thebes meningkat selama Periode Menengah Kedua (1640-1532 SM) ketika para pangeran Thebes menentang penguasa misterius Hyksos di wilayah Delta. Suku Hyksos adalah suku yang tidak diketahui asal usul dan etnisnya. Suku ini menginvasi Mesir atau bermigrasi ke wilayah tersebut dan terus mengambil alih kekuasaan.

Mereka dengan kuat menguasai Mesir pada 1650 SM dan dianggap oleh para sejarawan Mesir di kemudian hari sebagai orang asing yang menindas meskipun bukti menunjukkan bahwa mereka memperkenalkan banyak inovasi dan perbaikan pada budaya. Salah satu inovasinya yang paling terkenal adalah kereta.

Bangsa Thebes dan Hyksos mematuhi gencatan senjata yang melarang permusuhan tetapi tidak menjamin adanya hubungan baik di antara keduanya. Suku Hyksos yang akan berlayar melewati Thebes untuk berdagang dengan suku Nubia di selatan, Thebes tetap mengabaikan mereka.

Namun penguasa Hyksos, Apophis juga dikenal sebagai Apepi, menghina Ta'O dari Thebes pada 1560 SM dan gencatan senjata dilanggar. Tentara Theban dibawah Ta'O menyerang Kota Hyksos. Ketika Ta'O tewas dalam pertempuran, putranya Kamose mengambil alih komando tentara dan menghancurkan benteng mereka di Avaris.

Setelah kematiannya, saudaranya Ahmose I mengambil alih dan merebut Kota Avaris yang dibangun kembali, ibu kota Hyksos. Ahmose I mengusir Hyksos keluar dari Mesir dan merebut kembali tanah yang dulu mereka kuasai. Thebes dirayakan sebagai kota yang telah membebaskan negara dan diangkat menjadi ibu kota negara. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.