Pembahasan Mengenai Perjanjian Pandemi Diperkirakan Molor
📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWHO saat ini menilai ancaman tersebut rendah karena belum ada bukti adanya penyebaran dari manusia ke manusia. Pakar eksternal mengatakan kehilangan momentum politik dalam perjanjian pandemi ini merupakan sebuah risiko jika terjadi penundaan, terutama pada tahun pemilu di banyak negara.
"Ini belum berakhir, tetapi akhir sudah dekat," kata Alexandra Phelan, pakar hukum kesehatan global di Universitas Johns Hopkins di Baltimore.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!