Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Intensifkan Program Penurunan Stunting di Kabupaten Buru

📅 Jumat, 10 Mei 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Intensifkan Program Penurunan Stunting di Kabupaten Buru Doc: ANTARA/HO-Pemkab Buru
Ket. Rembuk Stunting 2024 di Kabupaten Buru, Maluku.

Ambon - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru, Maluku, mengintensifkan program penurunan stunting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kabupaten tersebut.

"Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional bahkan Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting melalui Rencana Aksi Nasional Pasti (RAN-Pasti) sebagai pedoman dan panduan bagi pemerintah pusat, daerah hingga level desa dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting," kata Penjabat Bupati Buru Djalaluddin Salampessy dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Kamis.

Hal itu dikatakan Djalaluddindalam kegiatan rembuk stunting 2024 di Kabupaten Buru.

Menurut dia, kegiatan Tim Penggerak PKK yang terjun langsung untuk menggerakkan posyandu di desa telah menggiring ibu-ibu di desa untuk selalu mencukupi kebutuhan gizi kepada anaknya dengan baik.

"Evaluasi data memberikan pemahaman dalam mengklasifikasi kategori stunting juga merupakan bagian yang mendukung penurunan stunting," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buru memiliki komitmen tinggi dalam percepatan penurunan stunting. Hal tersebut terbukti dari capaian prevalensi stunting Kabupaten Buru yang terendah di Provinsi Maluku.

"Dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku, Kabupaten Buru mengalami penurunan angka stunting menjadi 20,3 poin," ujarnya.

Ia mengatakan hal ini tentunya berkat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja berkualitas semua pihak di kabupaten itu. Oleh sebab itu, ia berharap kinerja seperti ini dapat terus ditingkatkan agar pada tahun 2024 bisa mencapai nol stunting melalui berbagai upaya dan strategi dengan memperkuat peran kecamatan dan desa.

Sebelumnya, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Buru Ibrahim Sanduan mengatakanintervensi percepatan penurunan stunting merupakan bagian dari program serta komitmen yang kuat oleh pemerintah daerah untuk mempercepat penurunan stunting.

Menurut Sanduan, rembuk stunting merupakan suatu langkah yang penting untuk dilakukan oleh pemerintah guna mencegah stunting dan dilakukan secara bersama-sama oleh semua sektor baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah.

Di tempat yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buru dr Mega Aziza Salampessy menuturkan program pencegahan dan penurunan stunting sebagai salah satu program prioritas pembangunan di Kabupaten Buru.

"Pelaksanaan delapan konvergensi yang melibatkan OPD terkait dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Kemudian akan disusun kampanye perubahan perilaku dan komunikasi masyarakat untuk program pencegahan dan percepatan penurunan stunting," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.